Nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu vektor penular penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD hingga saat ini terus terjadi, pengendalian terhadap vektor merupakan salah satu solusi untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus yang semakin meluas. Salah satu tanaman yang dapat menghasilkan insektisida nabati adalah bunga kenanga (Cananga odorata). Tanaman ini merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Kandungan yang terdapat dalam bunga kenanga dimana komponen terbesarnya terdiri dari linalool, geraniol, dan eugenol yang dapat memberikan aroma khas yang tidak disukai oleh nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) sebagai daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperiment. Sampel penelitian ini adalah nyamuk Aedes aegypti dewasa yang berjumlah 120 ekor yang diperoleh dari hasil perkembangbiakan telur. Untuk subjeknya adalah bunga kenanga yang diperoleh di kabupaten Aceh Besar. Teknis penelitian dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nyamuk yang tidak hinggap pada konsentrasi 10% (20 nyamuk); pada konsentrasi 20% (24 nyamuk); dan pada konsentrasi 30% (28 nyamuk). Hasil uji anova menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak bunga kenanga terhadap jumlah nyamuk yang tidak hinggap pada umpan tangan (p<0,05). Hasil uji LSD menunjukan ada perbedaan jumlah nyamuk yang hinggap antar konsentrasi, yang berarti bahwa ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) dapat menjadi repellent sebagai daya tolak nyamuk Aedes aegypti.
Copyrights © 2023