Penelitian ini berfokus pada kajian hadits tentang Syaritah as-Syaitahan yang terdapat dalam kitab Sunan Abu Daud yang mana hadits ini masih menjadi perdebatan dikalangan para ulama mengenai kualitas hadits hadits tersebut. Penyembelihan merupakan rangkaian kegiatan yang pasti sering dilakukan oleh umat Islam di dunia. Dalam hal ini, penyembelihan biasanya dilakukan dalam hari raya Idul Adha atau yang dikenal sebagai “Qurban”. Ibadah ini berupa menyembelih hewan tertentu (kambing, domba, sapi, kerbau dan unta) bertujuan untukmendekatkan diri kepada Allah Swt dengan waktu pelaksanaan mulai tanggal 10 Dzulhijjah setelah masuk waktu sholat Idul Adha. Biasanya qurban dianjurkan setiap sekali dalam setahun. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai syarithah as-syaithan dalam hadits tersebut.Dengan menggunakan metode penelitian melalui pendekatan melalui pendekatan syarah hadits dan takhrij hadits. Langkah pertama, penulis melakukan takhrij terhadap hadits tersebut untuk menentukan kualitas dari hadits.Setelah itu, penulis melakukan penelitian lebih mendalam terhadap lafadz syarithah as-syaithan tersebut, agar dapat dipahami maksud sebenarnya dari lafadzh hadits syarithah as-syaithan tersebut. Penelitian ini mengemukakan bahwa kualitas hadits tata cara penyembelihan tersebut berstatus hasan lidzatihi. Hal tersebut didapati setelah dilakukan penelusuran melalui takhrij hadits terhadap hadits tersebut. Dan lafadzh syarithah as-syaithan tersebut merupakan penjelasan dari kegiatan penyembelihan yang dilarang Nabi Saw. Nabi Saw, melarang umatnya melakukan penyembelihan seperti para kaum yahudi menyembelih. Mereka menyembelih dengan melakukan penyiksaan terhadap hewan qurban tersebut. Maka hadits tersebut melalui lafadz syarithah as-syaithan, melarang umat muslim melakukan penyembelihan seperti syarat syaitan.
Copyrights © 2025