Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika kebahasaan yang dialami siswa, khususnya dalam aspek tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan pengucapan. Permasalahan kebahasaan tersebut sering muncul dalam kegiatan membaca, menulis, maupun berbicara sehingga berdampak pada keterampilan berbahasa secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta analisis dokumen hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam penggunaan struktur tata bahasa, seperti kesalahan penggunaan subjek-predikat, kalimat efektif, serta pemilihan kata yang tepat. Pada aspek ejaan dan tanda baca, ditemukan banyak kesalahan penulisan huruf kapital, penggunaan tanda koma, serta tanda titik. Sementara itu, dalam aspek pengucapan, siswa sering salah dalam pelafalan bunyi tertentu yang memengaruhi kejelasan makna dalam komunikasi lisan. Faktor penyebab problematika kebahasaan tersebut antara lain kurangnya pemahaman konsep dasar bahasa, minimnya latihan terarah, serta pengaruh lingkungan komunikasi yang tidak baku. Guru juga memiliki peran penting dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi kesulitan siswa. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran bahasa yang integratif, kontekstual, dan berbasis latihan berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan kebahasaan siswa.
Copyrights © 2025