Initial insomnia mengacu pada tantangan untuk memulai tidur. Insomnia adalah kondisi tidur yang sering diamati pada populasi lansia. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh proses penuaan, perubahan fisiologis, dan pengaruh lingkungan, yang memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup. Terapi musik klasik, sebagai intervensi nonfarmakologis, berguna dalam meningkatkan relaksasi dan memfasilitasi timbulnya tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek terapi musik klasik pada insomnia dini di kalangan lansia di wilayah Puskesmas Pandere, dengan membandingkan tingkat insomnia sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan desain praeksperimental yang menampilkan teknik pra-tes dan pasca-tes dalam satu kelompok (desain pra-tes pasca-tes satu kelompok). Penelitian ini memiliki total sampel 25 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 25 responden sebelum penerapan terapi musik klasik, mayoritas mengalami insomnia ringan, namun pascaperawatan, sebagian besar responden melaporkan pengurangan gejala insomnia yang cukup besar. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Terapi musik klasik memengaruhi insomnia dini pada lansia di wilayah hukum Puskesmas Pandere. Puskesmas Pandere diharapkan dapat secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang terapi nonfarmakologis untuk insomnia, sehingga mengurangi ketergantungan pada pengobatan farmakologis.
Copyrights © 2025