Penelitian ini mengkaji peran bahasa dalam komunikasi verbal pada upacara pernikahan adat Batak Toba melalui pendekatan teori tindak tutur Austin dan Searle, yaitu Lokution, Illokution, dan Perlokution. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa ujaran, frasa, dan dialog dari prosesi Marhusip, Marhata Sinamot, dan Marunjuk. Analisis menunjukkan bahwa tindak tutur tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai wahana pembentukan dan pelestarian hubungan sosial serta nilai budaya Batak Toba. Penelitian ini mengkaji peran bahasa dalam komunikasi verbal pada upacara pernikahan adat Batak Toba melalui pendekatan teori tindak tutur Austin dan Searle, yaitu Lokution, Illokution, dan Perlokution. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa ujaran, frasa, dan dialog dari prosesi Marhusip, Marhata Sinamot, dan Marunjuk.. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman konteks komunikasi guna mencegah kesalahpahaman dan memperkuat makna sosial dalam upacara adat. Hasil penelitian memberikan kontribusi pada kajian pragmatik dan dokumentasi budaya Batak Toba serta dapat menjadi bahan pembelajaran bahasa tradisional dalam konteks budaya.
Copyrights © 2025