Perilaku bersuara penting bagi efektivitas organisasi namun kajian yang menyoroti Generasi Z relatif terbatas. Hal ini menjadi ironi mengingat Gen Z yang semakin mendominasi pasar kerja dikenal berani menyuarakan pendapat di tempat kerja. Penelitian ini mengungkap bagaimana pegawai Gen Z bersuara promotif dan prohibitif yang dipengaruhi masa kerja, posisi jabatan dan gender. Melalui pengambilan sampel berdasarkan kemudahan, penelitian ini mensurvei 270 pegawai Gen Z di Indonesia menggunakan Skala Perilaku Bersuara untuk dianalisa dengan uji t sampel berpasangan, analisis regresi dan moderasi. Hasil menunjukkan skor suara promotif (M = 18,47, SD = 3,67) signifikan lebih tinggi dibandingkan suara prohibitif (M = 18,13, SD = 3,77), t(269) = 2,215, p = 0,028. Masa kerja dan posisi jabatan signifikan memprediksi kedua jenis perilaku tersebut, sedangkan jenis kelamin signifikan memprediksi suara prohibitif. Analisis moderasi menunjukkan pengaruh positif masa kerja terhadap perilaku bersuara lebih kuat pada pegawai laki-laki dan mereka dengan posisi jabatan lebih tinggi. Temuan ini menyimpulkan perilaku bersuara pada Gen Z dipengaruhi faktor motivasional dan organisasional dan berkontribusi pada kajian pengaruh individu dan konteks terhadap perilaku bersuara serta memberikan manfaat praktis dalam membangun iklim kerja yang inklusif dan memberdayakan.
Copyrights © 2025