Biobriket adalah bahan bakar padat yang terbuat dari limbah biologis yang telah dipadatkan dan ditambahkan lem. Serat kelapa merupakan bahan bakar yang baik karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk memanfaatkan energi fosil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana komposisi serat kelapa memengaruhi biobriket yang dihasilkan, bagaimana perekat memengaruhi komposisi serat kelapa menurut SNI, dan bagaimana uji proksimat dan nilai kalor memengaruhi kualitas biobriket yang terbuat dari campuran limbah serat kelapa. Untuk membuat biobriket dari serat kelapa, serat digiling menggunakan crusher dan kemudian diayak melalui saringan berukuran 50, 100, 150, 200, dan dicampur dengan lem pati dengan konsentrasi lem 10%, 15%, 20%, dan 25%. Kemudian, briket diuji kadar air, abu, zat volatil, karbon tetap, dan nilai kalornya. Studi ini menemukan bahwa biobriket terbaik memiliki kadar air 4,94%, kadar abu 6,45%, kadar zat volatil 111,9%, kadar karbon tetap 76,41%, dan nilai kalor yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yaitu 5.328,45 kal/gr pada mesh 100 dan perekat 10%. Briket ini memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yang menyatakan bahwa nilai kalornya minimal 5.000 kal/gr . Kata Kunci: Kadar Air, Kadar Abu, Zat Terbang, Karbon Tetap, dan Nilai Kalor
Copyrights © 2025