Salah satu faktor penting yang berperan dalam proses budidaya jamur tiram adalah substrat yang digunakan sebagai media tanam. Limbah pengolahan hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan antara lain ampas tahu dan blotong kering, dimana kedua media tersebut ketersediaanya cukup melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan jamur tiram putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama ampas tahu terdiri atas kontrol, A1 (100 g/baglog), A2 (200 g/baglog), A3 (300 g/baglog), serta anak petak blotong kering terdiri atas kontrol, B1 (50 g/baglog), B2 (100 g/baglog) B3 (150 g/baglog) dengan berat 1000 g/baglog dan setiap perlakuan diulangi tiga kali. Secara umum penelitian ini menegaskan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dapat tumbuh pada media yang tanam berasal dari limbah pabrik tahu, limbah pabrik gula dan limbah pabrik kayu. Pemberian ampas tahu berpengaruh nyata terhadap jumlah badan buah. Pemberian blotong kering berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan miselium. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan miselium. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan pertumbuhan dan produksi jamur tiram A1B3.
Copyrights © 2025