Penelitian ini membahas peran strategis perempuan dalam sejarah dan budaya Aceh dengan menyoroti kiprah mereka dalam kepemimpinan politik, keagamaan, pelestarian budaya, serta rekonsiliasi pascakonflik. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini mengungkap kontribusi tokoh-tokoh perempuan seperti Sultanah Shafiatuddin Syah dan Cut Nyak Dhien, serta peran perempuan dalam tradisi lokal seperti peusijuk dan meugang. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan Aceh tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai budaya dan spiritual, tetapi juga agen perubahan sosial yang signifikan. Meski demikian, tantangan berupa diskriminasi struktural dan keterbatasan akses masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelibatan aktif perempuan dalam penyusunan kebijakan dan pendidikan budaya, demi mewujudkan masyarakat Aceh yang adil, inklusif, dan berperspektif gender.
Copyrights © 2025