Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi public speaking guru dalam meningkatkan pemahaman siswa di SDN Larangan Slampar 1. Melalui metode kualitatif dengan wawancara langsung, ditemukan bahwa penggunaan bahasa daerah sebagai strategi utama mampu menciptakan komunikasi yang lebih efektif dan meningkatkan keterlibatan siswa. Integrasi public speaking dengan metode pembelajaran aktif, pemberian reward, serta teknik komunikasi interaktif terbukti meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Meskipun guru belum mengikuti pelatihan formal public speaking, kemampuan beradaptasi di kelas menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Tantangan seperti kurangnya fokus siswa diatasi dengan penggunaan gaya komunikasi ekspresif yang mampu mempertahankan perhatian mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan public speaking yang dikembangkan secara mandiri tetap memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas pembelajaran. Â
Copyrights © 2025