Penelitian ini bertujuan untuk memahami kemandirian finansial dan makna usaha bagi mahasiswa pelaku UMKM di masa studi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena meningkatnya jumlah mahasiswa yang menjalankan usaha kecil menengah menunjukkan adanya perubahan paradigma terhadap konsep belajar dan bekerja secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam kepada mahasiswa pelaku UMKM di beberapa perguruan tinggi di NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian finansial bagi mahasiswa tidak semata dimaknai sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi secara mandiri, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab, aktualisasi diri, dan strategi menghadapi tantangan ekonomi global. Usaha yang dijalankan memberikan pengalaman praktis dalam manajemen keuangan, pengambilan keputusan, dan membangun jaringan sosial ekonomi. Makna usaha bagi mahasiswa juga terkait erat dengan nilai-nilai kemandirian, keuletan, serta pembentukan karakter wirausaha muda yang adaptif dan inovatif. Selain itu, aktivitas usaha turut memperkuat rasa percaya diri, kedewasaan berpikir, dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika dunia kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan berwirausaha selama masa studi bukan hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga sebagai proses pembelajaran kontekstual yang memperkaya pengalaman akademik dan membentuk jiwa kemandirian finansial yang berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM mahasiswa menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membangun generasi muda yang berdaya secara ekonomi dan sosial.
Copyrights © 2025