Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam Madrasah Ibtidaiyah (MI) muncul sebagai metode strategi untuk menghadapi tantangan pendidikan di era ke-21, khususnya dalam mengembangkan berpikir kritis dan mandiri sejak usia dini. Meskipun demikian, penerapan PBL dalam MI masih mengalami tantangan dalam menyusun masalah kontekstual yang sesuai dengan karakter peserta didik serta mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur terbaru tentang prinsip-prinsip penyusunan masalah kontekstual dalam PBL dan menganalisis perubahan peran guru MI dalam mendukung proses pembelajaran berbasis masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri jurnal elektronik melalui Google Scholar dan studi dokumentasi di perpustakaan.Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa penyusunan masalah yang nyata, berdasarkan kebijaksanaan lokal, dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan PBL. Selain itu, guru MI perlu bertransformasi dari posisi sebagai pengajar menjadi fasilitator yang adaptif, reflektif, dan penuh empati. Kesimpulannya, keberhasilan PBL di MI sangat bergantung pada masalah desain bersama serta kompetensi fasilitasi yang dimiliki guru. Implikasi dari studi ini menekankan pentingnya pelatihan guru yang berkelanjutan serta pengembangan materi ajar kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik MI.
Copyrights © 2025