Tradisi tujuh bulanan, yang berkembang dalam masyarakat Indonesia, merupakan wujud akulturasi budaya lokal dengan ajaran agama Islam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam dan sosial terintegrasi dalam tradisi tujuh bulanan ini, dengan meninjau dari perspektif living Qur'an dan hadits. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi. Data diambil dari berbagai sumber literatur seperti jurnal akademik, buku, artikel dan sumber digital terpercaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi ini mengandung nilai-nilai seperti pendidikan akhlak, ibadah, aqidah, dan gotong royong, menjadikan tradisi ini sebagai sarana pembelajaran moral dan sosial bagi masyarakat
Copyrights © 2022