Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan pengaruh dari konsentrasi dan frekuensi penyiraman urine kambing dengan level berbeda mengenai produktivitas rumput Pakchong. Penelitian ini dilakukan pada Oktober-Desember 2024 di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu dan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas faktor konsentrasi urine dan frekuensi penyiraman. Faktor konsentrasi urine terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu K0: Tanpa urine (kontrol), K1 : 10%, K2 : 20%, dan K3: 30% dan faktor frekuensi penyiraman terdiri dari 3 faktor yaitu F1: setiap 5 hari, F2: setiap 10 hari, dan F3: setiap 15 hari. Data dianalisis menggunakan ANARA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi dan frekuensi penyiraman urine kambing tidak memberikan interaksi yang nyata (P>0,05) terhadap rata-rata jumlah anakan, bobot segar dan bahan kering rumput Pakchong. Hasil uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada bahan kering menunjukkan bahwa perlakuan K1 berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan K0 dan K2. Selanjutnya pemberian K3 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan perlakuan K1 tetapi berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan K0 dan K2.
Copyrights © 2025