Permasalahan yang terjadi terdapat selisih sebesar 11.120 roll antara jumlah stok yang tersedia dan permintaan aktual pelanggan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain lemahnya sistem pengendalian stok, kesalahan pencatatan data, kurangnya perhitungan safety stock, dan belum adanya prioritas klasifikasi persediaan berdasarkan nilai ekonomis. Adanya permasalahan tersebut perlu dilakukan perencanaan dan pengendalian produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan plastik embosse di PT. XYZ guna meminimalkan selisih antara permintaan dan ketersediaan stok yang berdampak pada efisiensi biaya dan kelancaran operasional. Ketidaksesuaian stok yang terjadi disebabkan oleh lemahnya sistem pengendalian, tidak akuratnya pencatatan data, serta belum adanya prioritas klasifikasi persediaan berdasarkan nilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah Activity Based Costing (ABC) untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan kontribusi nilai terhadap total biaya persediaan, dan Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan paling efisien. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi perusahaan, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori A pada metode ABC menyumbang 53% dari total nilai permintaan pelanggan. Penerapan metode EOQ menurunkan frekuensi pemesanan dari 45 menjadi 33 kali per tahun serta mengurangi total biaya persediaan dari Rp 2.361.333 menjadi Rp 2.244.140 atau turun sebesar 5%. Penerapan metode ABC dan EOQ terbukti meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan dan efisiensi biaya.
Copyrights © 2025