ABSTRAK Seram, pulau terbesar di Kepulauan Maluku, menghadapi berbagai krisis yang secara khusus berdampak pada perempuan yang tinggal di Teluk Elpaputih. Krisis-krisis ini telah memaksa mereka untuk tinggal di walang (rumah hutan). Pemerintah setempat, khususnya dinas kesehatan, berpendapat bahwa cara hidup seperti ini tidak memenuhi standar hidup layak dan berkontribusi secara signifikan terhadap masalah kesehatan. Mengombinasikan berbagai data, kami menunjukkan bagaimana perempuan Seram mengintegrasikan pengetahuan tradisional tentang hutan dan keterampilan turun-temurun, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan bertahan hidup secara mandiri. Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa walang merupakan bentuk ketahanan yang tidak boleh dievaluasi sepenuhnya melalui kerangka kerja Barat.
Copyrights © 2025