Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak yang sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu mengenai stimulasi dan perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan risiko gangguan perkembangan motorik kasar pada anak usia 1–3 tahun di Puskesmas Kecamatan Grogol, Jakarta Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode purposive sampling dan melibatkan 81 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), kemudian dianalisis dengan uji statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, dan sebagian kecil anak berisiko mengalami gangguan perkembangan motorik kasar. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan risiko gangguan perkembangan motorik kasar (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi dan stimulasi perkembangan anak sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap gangguan perkembangan pada anak usia 1–3 tahun.
Copyrights © 2025