Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak faktor makroekonomi terhadap inflasi di Indonesia pada periode Januari 2020–Maret 2025 dengan menggunakan pendekatan matematis melalui metode Vector Error Correction Model (VECM). Data diperoleh dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI), yang meliputi variabel inflasi, jumlah uang beredar, BI Rate, kurs, ekspor, dan impor. Hasil analisis menunjukkan terdapat empat hubungan kointegrasi signifikan, dengan pengaruh positif dari jumlah uang beredar, kurs, dan ekspor terhadap inflasi, serta pengaruh negatif dari BI Rate dan impor. Dalam jangka pendek, ekspor (lag 1) secara statistik signifikan memengaruhi inflasi, sedangkan variabel lainnya belum signifikan. Model VECM yang dibangun terbukti stabil dan valid melalui berbagai uji kelayakan, serta menunjukkan akurasi tinggi dalam peramalan dengan nilai MAPE sebesar 9,23%. Prediksi inflasi untuk enam bulan ke depan memperlihatkan tren kenaikan bertahap, sehingga diperlukan penguatan ekspor dan pengendalian kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas harga. Kontribusi utama penelitian ini adalah penerapan model matematis VECM sebagai alat analisis kuantitatif yang komprehensif dalam studi dinamika inflasi.
Copyrights © 2025