Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah rendah dan kadar hemoglobin (Hb) dibawah nilai normal. Anemia bisa menunjukkan suatu perubahan fungsi maupun status penyakit (1). Kondisi anemia bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti hematemesis dan melena yang dapat dipicu oleh obat Non-Steroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID) serta Penyakit Ginjal Kronis (PGK) (2). Pasien laki laki umur 67 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan keluhan lemas, nafsu makan turun, dengan riwayat muntah darah merah segar sebanyak 3 kali dan BAB berdarah berwarna merah kehitaman sebanyak 3 kali 2 hari yang lalu. Tekanan darah 190/134 mmHg, Heart rate (HR) 112x/menit, suhu 36,7oC, Respiration Rate (RR) 26x/menit dan SpO2 94% room air. Anamnesis pasien menunjukkan adanya riwayat cuci darah rutin setiap hari selasa dan jumat. Pasien sempat meminum obat anti nyeri natrium diclofenak yang dibeli secara bebas di apotek, lalu 4 hari kemudian pasien mengalami hematemesis atau muntah darah berwarna merah segar sebanyak 3 kali. Pasien juga mengalami BAB berdarah dengan feses berwarna merah kehitaman sebanyak 3 kali. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilai hemoglobin 6g/dl, leukosit 26.000 dan creatinine bernilai 7,94 mg/dl, ureum bernilai 132 mg/dl dan hasil Glomerular Filtration Rate (GFR) pasien kurang dari 15mL/min/1,73 m2. Hasil pemeriksaan rongten pasien didapatkan cardiomegali dan corakan bronkovaskuler meningkat, hasil pemeriksaan Ultrasonography (USG) pasien didapatkan gastritis. Terapi pada pasien saat di IGD yaitu infus NaCl 0,9% 10 tetes per menit, injeksi omeprazole 2 vial, injeksi ondansentron 1 ampul. Terapi saat rawat inap diberikan injeksi cefoperazone 1 gram/12jam, syringe pump omeprazole 8mg/jam selama 48 jam, transfusi Packed Red Cells 3 Kolf, injeksi furosemid 20mg/ 8 jam, Amlodipin 10mg 1x1, Ramipril 10mg 1x1, Candesartan 32mg 1x1, Asam folat tablet 1x1, Aminefron tablet 3x2. Hasilnya didapatkan perbaikan yang ditunjukkan dengan peningkatan Hemoglobin menjadi 9,2 g/dl, Ureum turun menjadi 41 mg/dl, creatinine turun menjadi 2,98 mg/dl, leukosit menjadi 9.100. Obat NSAID dapat menurunkan kinerja prostaglandin sebagai pelindung lambung memicu terjadinya perdarahan lambung bahkan hematemesis dan melena (2). Omeprazole diberikan untuk mensupresi asam lambung dan menaikkan pH lambung diatas 6 yang bertujuan meningkatkan stabilitas sel lambung serta mengurangi risiko perdarahan berulang. Selain itu hormon Eritropoietin yang berkurang pada pasien dengan riwayat PGK akan memperberat kondisi anemia pada pasien. Transfusi Packed Red Cells 3 kolf diberikan untuk membantu menaikan kadar Hb pasien (4). Obat NSAID dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna hingga terjadi hematemesis dan melena (2). Pasien dengan riwayat PGK sering terjadi anemia disebabkan berkurangnya hormon eritropoietin (4)
Copyrights © 2025