Jamu brotowali dan daun pepaya merupakan ramuan tradisional yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, informasi terkait potensi efek teratogenik dari konsumsi jamu ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak teratogenik dari pemberian jamu brotowali dan daun pepaya pada mencit hamil (Mus musculus). Sebanyak 35 ekor mencit putih dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Kelompok pertama diberi aquadest sebagai kontrol normal, sedangkan kelompok kedua diberi injeksi intravena cyclophosphamide dengan dosis 50 mg/kg berat badan. Kelompok ketiga, keempat, dan kelima menerima jamu brotowali dan daun pepaya dengan dosis masing-masing 0,26; 0,52; dan 1,04 ml/kg berat badan. Pemberian jamu dilakukan selama periode organogenesis, dan pada hari ke-18 kehamilan, mencit dibedah secara laparotomi untuk mengambil janin. Pengamatan meliputi analisis biometrik, morfologi makroskopis, dan kelainan kerangka untuk menilai efek teratogenik. Hasil menunjukkan bahwa jamu brotowali dan daun pepaya memiliki potensi teratogenik, terutama pada dosis lebih dari 1,04 ml/kg berat badan.
Copyrights © 2024