Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena gaya berpakaian mahasiswa yang semakin bebas dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kesopanan serta profesionalitas dalam lingkungan Universitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana representasi diri mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) jurusan Ilmu Komunikasi peminatan Public Relation melalui gaya berpakaian resmi yang diberlakukan berdasarkan peraturan Universitas. Peraturan ini mewajibkan mahasiswa berpakaian resmi setiap hari Selasa dan Kamis sebagai bentuk melatih mahasiswanya supaya tampil profesional sejak masa perkuliahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali makna subjektif mahasiswa terhadap implementasi kebijakan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merespons aturan tersebut secara positif sebagai bentuk kesiapan menghadapi dunia kerja, meningkatkan identitas profesional, serta membedakan diri dari mahasiswa lainnya. Representasi diri tercermin dari pemilihan busana formal seperti kemeja, celana bahan, jas, dan sepatu pantofel bagi laki-laki, serta blouse, rok/celana bahan, blazer, dan sepatu hak atau flat bagi perempuan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kebijakan berpakaian dapat membentuk identitas diri mahasiswa dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih profesional.
Copyrights © 2025