Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Komodifikasi ODGJ pada Kanal Youtube dalam Perspektif Ekonomi Politik di Media Baru Yogi Ariska; Syaefudin Syaefudin; Rosmaniah Rosmaniah
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 8, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.773 KB) | DOI: 10.31294/kom.v8i1.10217

Abstract

Penyandang disabilitas psikososial mental, dalam hal ini Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sudah menjadi fenomena sosial yang tidak menarik perhatian publik, namun banyak dilirik politisi terutama saat pemilu. Setidaknya ada 3.500 ODGJ dalam daftar pemilih pada pemilu 2019. Namun, netizen media baru, khususnya pengguna YouTube, juga melirik dan menjadikan fenomena ODGJ sebagai komoditas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan konten ODGJ dari perspektif ekonomi politik di media baru. Dengan mengambil beberapa sample konten channel Youtube yang mengangkat ODGJ sebagai konten utama. Penggunaan media baru Youtube sebagai media yang menarik empati sosial melalui konten sosial yang melibatkan ODGJ mendapat respon yang baik di masyarakat sehingga channel youtube dengan konten yang melibatkan ODGJ sebagai objeknya memiliki jumlah viewer, like dan followers yang sangat besar. membuat Youtube dapat menghasilkan uang melalui sistem monetisasi dari iklan yang ditampilkan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi konten di channel Youtube dengan tema ODGJ sebagai objek utamanya, dan melalui studi literatur untuk menganalisis tren pesan sosial yang ditampilkan di konten tersebut. Alhasil, Youtube menjadi wadah yang ampuh untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat melalui penderita ODGJ, padahal sebenarnya ada komodifikasi pekerja, penonton, dan konten melalui monetisasi di platform youtube.
Makna Karikatur Cover Majalah Tempo Edisi September 2019 Studi Semiotika Roland Barthes Dito Anjasmoro Ningtyas; Haikal Haikal; Yogi Ariska; Eddy Kusnadi
Jurnal Media Penyiaran Vol. 3 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.238 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v3i01.1934

Abstract

The tempo magazine is one example of mass media that is much in demand by the public. The contents are interesting, making the magazine still exist today. The widespread use of caricature drawings on uncover ethical magazine covers raises polemic for the public, but also to find caricature meaning on the cover of the September 16, 2019 edition of Tempo, to uncover what the purpose of using pictures or messages to look for is to create a magazine cover, research methods used is qualitative with Roland Barthes theory where Roland Barthes theory discusses semiotics and myths. One of the results of this research is the balanced tempo magazine in conveying the conclusions of a story. It is hoped that the magazine will continue to be consistent in presenting balanced and factual data.
TINJAUAN MOTIVASI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PJOK DI SMK NEGERI 4 KERINCI Yogi Ariska; Asril; Afwa Raufi
EDU RESEARCH Vol 4 No 4 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i4.138

Abstract

Learner motivation in participating in learning is very necessary. Motivation is a condition that causes or generates certain behaviours and gives direction and resilience to these behaviours. Based on observations that the author has made at SMK Negeri 4 Kerinci, PJOK learning activities have not been carried out properly according to the demands of the curriculum. This is indicated by the activity of students in participating in PJOK learning which lacks the attention and supervision of the PJOK teacher. The purpose of the study was to obtain information and an overview of the review of student motivation in PJOK Learning at SMK Negeri 4 Kerinci. This type of research is classified in the type of descriptive research that aims to describe and interpret the data as it is. The population in this study were all class X students of SMK N 4 Kerinci. Taking random sampling technique. After carrying out random sampling activities above, the selected sample in this study was class X OTKP, totalling 32 students. Based on the results of research on "Review of Student Motivation in Pjok Learning at SMK Negeri 4 Kerinci", it can be concluded: Review of Student Motivation in Pjok Learning at SMK Negeri 4 Kerinci is in the very good category with an achievement of 84.035% classified as very good. From the results of data analysis and description of the results of the review at SMK Negeri 4 Kerinci on indicators of the quality of facilities and infrastructure, classified as excellent with the acquisition of mean = 6.75 with an achievement of 96.43%. From the results of data analysis and description of the results of the review of facilities and infrastructure development on the indicators of facilities and infrastructure, classified as good with the acquisition of mean = 9.31 with 71.64% achievement.
Representasi Kecurangan Pemilu 2024 Dalam Film Dokumenter “Dirty Vote” : (Studi Semiotika Charles Sanders Pierce) Ariska, Yogi; Irhamdhika, Gema
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i1.3391

Abstract

Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu analis semiotik Charles Sanders Pierce. Metode semiotik, yaitu metode analitis untuk menilai signifikasi. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui pemilihan adegan di film "Dirty Vote" dimana ada unsur-unsur yang berkaitan dengan kecurangan pra pemilu dan bukti intervensi kekuasaan terhadap pemilu 2024 terkhusus pemilu presiden. Peneliti menyimpulkan bahwa film ini secara gamblang menekankan bahwa intervensi pemerintah pada pemilu kali ini sangat diperlihatkan secara vulgar ke masyarakat, dimulai dari kejanggalan putusan mahkamah konstitusi, pejabat daerah yang tidak netral, aparatur negara yang ikut-ikutan bersikap tidak netral, serta pada level menteri sekalipun diduga menggunakan fasilitas negara untuk ikut kampanye mendukung salah satu pasangan calon, dan pada level badan penyelenggaraan pemilu pun juga tidak luput dari berbagai pelanggaran yang terjadi pada proses pra pemilu.
Makna Modernisasi Perempuan Jawa Dalam Film Pendek “Wedok” El Hidayah, Nur Iman; Ariska, Yogi; Ningtyas, Dito Anjasmoro; Irhamdhika, Gema
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.23130

Abstract

Film pendek berjudul "Wedok" mengangkat isu kesetaraan gender dengan mengisahkan seorang wanita yang terjebak dalam kehidupan sehari-harinya di dapur, tetapi mendambakan kebebasan untuk mendapatkan pendidikan. Ia hidup patuh dan tidak memiliki hak, sehingga hanya berperan sebagai wanita dapur biasa. Namun, berkat tekad yang kuat, ia tetap bisa belajar secara otodidak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis makna modernisasi perempuan Jawa yang terkandung dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika dari Roland Barthes yang mengkaji mengenai makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Makna denotasi yang ditemukan dalam film pendek Wedok yaitu mengenai potret perubahan perempuan jawa dari masa ke masa, yaitu dari zaman tradisional hingga zaman modern. Perubahan tersebut merupakan perubahan ke arah yang lebih maju. Sedangkan makna konotasi nya yaitu Adanya modernisasi membawa perubahan yang lebih baik bagi perempuan jawa. Mitos yang peneliti temukan pada film pendek Wedok yaitu Modernisasi bagi perempuan jawa membawa perempuan jawa terlepas dari belenggu kungkungan dan tuntutan budaya jawa yang mengharuskan perempuan jawa terus termarginalkan. Modernisasi dalam film Wedok terlihat bagaimana perubahan perempuan dalam hal mendapatkan pendidikan dan perubahan pola pikir orang tua dalam mendidik dan memperlakukan anak perempuannya. Anak laki-laki dan anak perempuan di dalam keluarga tidak lagi di beda-bedakan, artinya mereka sudah memiliki kedudukan yang sama.
Pengaruh Personal Branding Jennifer Coppen Terhadap Minal Beli Produk Deodorant Jennskin Ernila Gusari Siregar; Iin Soraya, S.Sos, M.M, M.I.Kom; Yogi Ariska, M.I.Kom
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current era of digital marketing, many brands increasingly utilize public figures to enhance brand image and capture consumer attention, especially among young adults who are active on social media. This study seeks to explore the extent to which personal branding impacts the purchase intention of Jennskin deodorant products among young adult communities. A quantitative approach was applied through a survey method involving 100 participants aged 20 to 35. The research instrument a structured questionnaire was validated and tested for reliability to ensure data accuracy. The data were then analyzed using simple linear regression. The findings reveal that personal branding has a statistically significant effect on purchase intention. The regression coefficient value of 0.243 and a significance level of 0.000 indicate a strong positive relationship. Additionally, the R Square value of 0.437 implies that 43.7% of the variation in purchase intention can be attributed to personal branding, while the remaining 56.3% may result from other external factors. In summary, personal branding plays a key role in influencing consumer buying interest, particularly within young adult groups who are frequently exposed to public figures through digital platforms. Keywords: Personal Branding, Purchase Intention, Young Adults  Abstrak Dalam era pemasaran digital saat ini, penggunaan figur publik semakin banyak dimanfaatkan oleh berbagai merek untuk memperkuat citra produk dan menarik perhatian konsumen, terutama kelompok dewasa muda yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh personal branding terhadap minat beli produk deodorant Jennskin di kalangan komunitas dewasa muda.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei kepada 100 responden berusia 20–35 tahun. Instrumen kuesioner yang digunakan telah melewati uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kelayakan data. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa personal branding berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli. Hal ini terlihat dari nilai koefisien regresi sebesar 0,243 dan signifikansi 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan positif. Nilai R Square sebesar 0,437 menunjukkan bahwa 43,7% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh personal branding, sementara sisanya disebabkan oleh faktor lain di luar penelitian ini. Kesimpulannya, personal branding menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan konsumen untuk membeli, khususnya bagi kelompok dewasa muda yang sangat terpapar oleh konten media digital. Kata Kunci: Personal Branding, Minat Beli, Dewasa Muda
Pola Komunikasi Anak Dalam Menangani Pasien Demensia Untuk Menciptakan Pemahaman Pasien Shelomitha Anjani; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the communication patterns and interpersonal communication between family members (children and grandchildren) and dementia patients in the context of caregiving during medical treatment. The research method employed is qualitative, using a phenomenological approach and a constructivist paradigm. Data was collected through in-depth interviews and participant observation involving three informants who actively accompany dementia patients. The findings reveal that communication is not merely an exchange of messages, but also involves emotional, psychological, and social aspects. The characteristics of interpersonal communication identified include openness, empathy, emotional support, a positive attitude, and equality. Meanwhile, the communication patterns observed consist of two-way and one-way communication, circular patterns, and adaptive patterns. These patterns reflect the ability of family members to adjust their communication style to the cognitive decline experienced by the patients. Communication in this context serves not only to convey information but also to strengthen emotional bonds and maintain meaningful social connections. This study highlights the importance of patient, empathetic, and flexible communication in supporting patients with dementia to foster understanding and comfort despite existing limitations. Keywords: Communication Patterns, Interpersonal Communication, Dementia, Family Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi dan komunikasi interpersonal antara anggota keluarga (anak dan cucu) dengan pasien demensia dalam konteks pendampingan saat menjalani perawatan medis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap tiga informan yang secara aktif mendampingi pasien demensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi tidak hanya berupa pertukaran pesan, tetapi juga melibatkan aspek emosional, psikologis, dan sosial. Karakteristik komunikasi interpersonal yang ditemukan meliputi keterbukaan, empati, dukungan emosional, sikap positif, dan kesetaraan. Sementara itu, pola komunikasi yang terbentuk terdiri dari pola dua arah dan satu arah, pola sirkular, serta pola adaptif. Pola-pola ini mencerminkan kemampuan anggota keluarga dalam menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi pasien yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Komunikasi yang dilakukan tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dan menjaga keterhubungan sosial yang bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi yang sabar, empatik, dan fleksibel dalam mendampingi pasien demensia agar tercipta pemahaman dan kenyamanan di tengah keterbatasan yang ada. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Demensia, Keluarga.
Konten Visual Dalam Membangun Citra Merek People Meet Denim (PMD) Di Instagram Bagus Hajianto; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fashion industry in Indonesia is experiencing rapid growth, marked by the increasing interest of the public in clothing as a form of self-expression. One fashion product that continues to grow significantly is denim. In such a competitive industry, brand image plays a crucial role in shaping consumer perception and loyalty. People Meet Denim (PMD), a local denim-based brand, actively utilizes Instagram as a visual communication medium to build its brand image, particularly among digitally active younger generations.This study aims to understand how visual content on PMD’s Instagram contributes to building and strengthening its brand image in the eyes of its audience. The research uses a qualitative method with a descriptive approach, involving in-depth interviews with consumers, Followers, and individuals who were previously involved in PMD’s content creation. The results show that PMD consistently delivers a strong and unique visual identity, maintains product quality, and fosters emotional engagement with its audience by responding to trends and feedback. PMD’s visual strategy on Instagram proves to be effective in enhancing its image as an authentic, modern, and relevant local brand in the dynamic digital fashion industry. Keywords: Visual Content, Brand Image, Instagram, Denim, Local Brand, Visual Communication Abstrak Industri fashion di Indonesia mengalami perkembangan pesat, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap busana sebagai bentuk ekspresi diri. Salah satu produk yang terus mengalami pertumbuhan signifikan adalah denim. Dalam lanskap industri yang semakin kompetitif, citra merek (brand image) menjadi elemen penting dalam membentuk persepsi dan loyalitas konsumen. People Meet Denim (PMD), sebagai brand lokal berbasis denim, secara aktif memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi visual untuk membangun citra mereknya, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten visual di akun Instagram People Meet Denim (PMD) berperan dalam membentuk dan memperkuat citra merek di mata audiens. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam kepada konsumen, pengikut, serta individu yang pernah terlibat dalam pengelolaan konten People Meet Denim (PMD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa People Meet Denim (PMD) secara konsisten menghadirkan identitas visual yang khas, menjaga kualitas produk, serta membangun keterlibatan emosional melalui respons terhadap tren dan masukan audiens. Strategi visual yang diterapkan People Meet Denim (PMD) di Instagram terbukti efektif dalam memperkuat brand image sebagai brand lokal yang otentik, modern, dan relevan di tengah persaingan industri fashion digital. Kata Kunci : Konten Visual, Citra Merek, Instagram, Denim, Brand Lokal, Komunikasi Visual
Strategi Komunikasi Program Kampung Iklim Dalam Mendorong Partisipasi Generasi Z Pada Kegiatan Sosial Sarah Rizqi Aprilia; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growing concern over climate change has prompted the Indonesian government to implement the community-based Climate Village Program (ProKlim). However, participation from Generation Z in this program remains relatively low, despite their significant potential as agents of change. This study aims to examine the communication strategies of ProKlim in encouraging Generation Z’s involvement in environmental social activities in RW 03, Cempaka Putih Timur. The research adopts a qualitative approach by applying the AIDDA communication model (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) and Lasswell’s communication theory (Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect). The findings show that the communication strategy comprehensively covers all elements of communication. Communicators employ both direct approaches and social media, delivering messages in a simple and easily understood manner. Although digital media utilization is not yet optimal, the approach has begun to attract the attention and interest of Generation Z and foster real actions. These findings indicate that the implemented communication strategy has the potential to significantly enhance Generation Z’s participation in future environmental sustainability efforts. Keywords: Communication Strategy, Climate Village Program, Generation Z, AIDDA Abstrak Perubahan Iklim yang kian mengkhawatirkan mendorong implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) berbasis komunitas oleh pemerintah Indonesia. Namun, partisipasi Generasi Z dalam program ini masih tergolong rendah, meskipun mereka memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi ProKlim dalam mendorong keterlibatan Generasi Z pada kegiatan sosial lingkungan di RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan model komunikasi AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) dan unsur komunikasi Lasswell (Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah mencakup seluruh unsur komunikasi secara menyeluruh. Komunikator menggunakan pendekatan langsung dan media sosial dengan penyampaian pesan yang sederhana dan mudah dipahami. Meskipun pemanfaatan media digital belum maksimal, pendekatan ini mulai berhasil menarik perhatian dan minat Generasi Z serta mendorong tindakan nyata. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan berpotensi meningkatkan partisipasi Generasi Z secara lebih signifikan dalam upaya keberlanjutan lingkungan di masa depan. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Program Kampung Iklim, Generasi Z, AIDDA
Locket Sebagai Media Life Update Visual Antar Teman Grup Studi Pada Grup CLC (Communication Love Connection) Faza Sava’Atul Ulya; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the phenomenon of using the Locket application as a widget-based social media platform that enables users to share real-time photos exclusively with their closest friends. Within the CLC group context, this application provides a more private, spontaneous, and personal visual communication space compared to public social media platforms that often create social pressure. The purpose of this study is to understand how Locket is used as a visual life update medium among close friends and how such visual interactions foster emotional closeness among users. The study applies the Uses and Gratifications theory to analyze media usage motives and the Visual Communication theory to interpret the role and meaning of images in digital interactions. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were obtained through interviews with five active members of the CLC group who regularly use Locket. The findings reveal that the use of Locket is driven by users’ needs for self-expression, maintaining social closeness, and presenting emotional presence through real-time visuals. The photos shared are not merely documentation but serve as representations of identity and emotional expression that strengthen personal relationships without the performative pressure of public media. Keywords: Locket, visual life update, visual communication, Uses and Gratifications, close friends.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan aplikasi Locket sebagai media sosial berbasis widget yang memungkinkan pengguna berbagi foto secara real-time hanya kepada teman-teman terdekat. Dalam konteks pertemanan kelompok CLC, aplikasi ini menjadi ruang komunikasi visual yang lebih privat, spontan, dan personal dibandingkan media sosial publik yang sarat tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Locket digunakan sebagai media life update visual dalam lingkar pertemanan dekat, serta bagaimana interaksi visual tersebut membentuk kedekatan emosional antar pengguna. Teori yang digunakan adalah Uses and Gratifications untuk menganalisis motif penggunaan media, serta teori Komunikasi Visual untuk memahami peran dan makna gambar dalam interaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara terhadap lima anggota grup CLC yang aktif menggunakan Locket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Locket didorong oleh kebutuhan untuk mengekspresikan diri, menjaga kedekatan sosial, serta menghadirkan kehadiran emosional melalui visual yang dikirim secara real-time. Foto yang dibagikan tidak sekadar menjadi dokumentasi, melainkan representasi identitas dan ekspresi emosi yang memperkuat hubungan personal tanpa tekanan performatif dari media publik.   Kata kunci: Locket, life update visual, komunikasi visual, Uses and Gratifications, teman dekat.