Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep Dynamic Governance dalam penyelenggaraan Nganjuk Smart City oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada lima organisasi perangkat daerah yang terkait di Kabupaten Nganjuk. Analisis didasarkan pada teori Dynamic Governance dari Neo dan Chen yang menekankan tiga elemen yaitu kapabilitas (thinking ahead, thinking again, dan thinking across), budaya organisasi dan perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah berkembang berbagai inovasi layanan digital, penerapan tata kelola dinamis masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain koordinasi antar-organisasi perangkat daerah yang belum optimal, lemahnya evaluasi berbasis data, dan rendahnya partisipasi masyarakat digital. Penelitian ini merekomendasikan penguatan budaya organisasi yang adaptif serta peningkatan integrasi sistem dan komunikasi lintas sektor guna mendukung keberlanjutan Smart City yang lebih efektif.
Copyrights © 2025