Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Collaborative Governance Dalam Program Pengembangan Nilai Budaya Daerah Melalui Banyuwangi Ethno Carnival Harmawan, Bagus Nuari; Wasiati, Inti; Rohman, Hermanto
e-Sospol Vol 4 No 1 (2017): Komodifikasi Tubuh Perempuan di Instagram
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to describe collaborative governance in development program of local cultural values through Banyuwangi Ethno Carnival. The research used descriptive research type with qualitative approach and applied two types of data, namely primary data obtained from interview and observation and secondary data collected by documentation and literature study. Interviews were conducted with the parties involved in the problems to be analyzed. The data that had been collected were to be the information for the answer to the interview in this research. The data and information obtained showed that the stakeholders involved in BEC from 2011 to 2014 were Disbudparda (Department of Local Culture and Tourism) of Banyuwangi, JFC Management, Blambangan Arts Council and Carnival Instructors. In general, there were two patterns of cooperation in BEC event i.e. Public Private Partnership Pattern in 2011 and in 2012 until 2014. Barriers in building Collaborative Governance occurred in cultural and institutional factors.
“Implementasi Serta Analisis Melalui Pendekatan Kualitatif dan Studi Literatur: Penilaian Pelayanan Prima Dalam Kinerja Perusahaan Bidang Konstruksi PT. Jatim Prasarana Utama” Zafira, Audry Valencia Jeta; Harmawan, Bagus Nuari
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 20 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8401206

Abstract

Pelayanan prima adalah tindakan atau usaha suatu bisnis atau organisasi tertentu untuk memberikan pelayanan yang maksimal agar pelanggan atau masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang baik diartikan sebagai pelayanan yang baik. Jenis layanan yang bagus bervariasi berdasarkan sektor. Ketika sebuah perusahaan atau institusi berurusan dengan manufaktur, keunggulan layanan hadir dalam bentuk layanan pelanggan dan penyediaan produk berkualitas tinggi, dan dalam hal layanan bisnis, prioritas diberikan dalam bentuk kepuasan pelanggan yang maksimal. Memberikan pelayanan yang terbaik memang tidak mudah, apalagi dalam masyarakat yang majemuk saat ini. Namun, bisnis atau organisasi dapat memberikan pelayanan prima jika mereka mengetahui konsep dan tahu apa yang harus dilakukan. Menurut Semil dalam (Zulkarnain Wildan dan Sumarsono, 2018), kata excellent service dalam bahasa Inggris sehari-hari bukanlah premium service, melainkan good service (pelayanan tinggi, sangat baik) atau excellent service (pelayanan prima, kualitas pelayanan sangat baik). ). Menurut (Firmansyah, 2016), pelayanan yang baik berarti memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan pelanggan atau masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya. Usaha untuk memuaskan suatu kebutuhan atau permintaan yaitu Kunci pelayanan yang baik adalah kepentingan perusahaan (berorientasi laba) pada pelanggan produk atau pengguna jasanya. Dan bagi organisasi nirlaba seperti instansi pemerintah, service excellence merupakan hubungan pelayanan yang benar-benar melihat dan bertindak untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat luas.
Dampak Kebijakan Akuisisi Terhadap Berlangsungnya Kegiatan Di Pasar Turi Baru: Dampak Kebijakan Akuisisi Chrisanty, Rachel Zefanya; Harmawan, Bagus Nuari
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jiia.v14i1.4354

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Pasar Turi Baru tergolong dalam permasalahan kompleks. Permasalahan tersebut adalah tentang kurangnya minat pengunjung untuk melakukan kegiatan jual-beli yang diakibatkan oleh banyaknya toko yang belum buka di Pasar Turi Baru. Sehingga manajemen mengambil langkah untuk mengimplementasikan kebijakan yakni akuisisi untuk menangani permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang dirasakan oleh elemen-elemen terlibat dari upaya implementasi kebijakan akuisisi yang dibuat pihak manajemen. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan acuan indeks teori dampak kebijakan yang disampaikan Thomas Dye (1981) yang mengungkapkan beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dalam pengukuran dampak suatu kebijakan, yaitu dampak kebijakan terhadap kelompok target, dampak kebijakan terhadap kelompok lain diluar sasaran atau yang sering disebut dengan eksternalitas, dampak kebijakan terhadap kondisi sekarang dan kondisi yang akan datang, dampak biaya langsung yang dikeluarkan untuk membiayai program, dampak tak langsung yang dikeluarkan publik sebagai akibat diterapkannya suatu kebijakan. Dari penulisan tersebut dapat dilihat mengenai dampak yang dihasillkan dari proses penerapan kebijakan akuisisi yang dijalankan, dan penulisan ini menyatakan mengenai keberhasilan dalam penerapan kebijakan akuisisi, meskipun belum bisa dikatakan sepenuhnya berhasil namun dampak baik nya bisa dirasakan oleh manajemen PTB dalam penyelesaian permasalahan yang sedang dihadapi. Kata kunci : Akuisisi, Dampak, Pedagang Pasar Turi Baru
Innovation of Jalan Rusak Lapor Dewe Application at the East Java Bina Marga Public Works Office Putri, Thersa Armenia; Harmawan, Bagus Nuari
Journal La Sociale Vol. 5 No. 6 (2024): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v5i6.1406

Abstract

The East Java Bina Marga Public Works Office created an innovation called JALAK LOEWE (Jalan Rusak Lapor Dewe). The innovation is used to facilitate the community in complaining about road damage. This research aims to discuss the public service innovation launched by the East Java Bina Marga Public Works Office through the JALAK LOEWE application. The research method used in this research is qualitative research with a case study approach. In obtaining data, researchers collect through observation, interviews, and documentation. The results of this study refer to seven innovations in digital public services in (Bertot, Estevez, & Janowski, 2016), namely: Transparent, Participatory, Anticipatory, Co-Created, Personalized, Context-aware, Context-smart. Based on the findings obtained, it explains that there are several indicators that have been running quite well, but there are still other indicators that have not been fulfilled.
Collaborative Governance Dalam Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Di Balai RW 02 Penjaringansari Kecamatan Rungkut Kota Surabaya Nahda W, Azizah Ramadhani Mega; Harmawan, Bagus Nuari
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 23, No 3 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v23i3.7581

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menelaah proses serta faktor-faktor dalam pelaksanaan Collaborative Governance pad Program PUSPAGA di Balai RW 02 Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan menerapkan pendekatan teori Collaborative Governance menurut Ansell and Gash (2007) sebagai tinjauan kajian dalam riset ini. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan keadaan awal, design kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi yang mengarah pada model kolaborasi di PUSPAGA Balai RW 02 Penjaringansari, bahwa Collaborative Governance belum efektif dalam penerapan Program PUSPAGA di Balai RW 02 Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Hal ini dikarenakan faktor internal dan eksternal seperti kualitas Sumber Daya Manusia yang kurang memadai dan penjadwalan kelas parenting pada jam sibuk, kebijakan Pemerintah Daerah, teknologi, dan kepercayaan warga yang akan menjadi tantangan program ini kedepannya.
Efektivitas Implementasi E-Health di Puskesmas Kedungdoro dan Puskesmas Keputih Surabaya Jasmine, Nabilla; Harmawan, Bagus Nuari
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v11i1.656

Abstract

Public service is a primary obligation of the government in organizing activities to meet community needs. The Surabaya City Government is collaborating with the Surabaya City Health Office to create service innovations aimed at improving public health services through E-Government initiatives. One such innovation is E-Health, an online registration service designed to simplify the registration process at hospitals and health centers. This research aims to assess the effectiveness of the E-Health program in Surabaya's health services, based on Mehdi Asgarkhani's (2005) theory of technology-based service effectiveness, which includes information security, impact on jobs and workplaces, impacts on individual rights, Potential Impact On Society and social interactions. Using a qualitative case study approach at Kedungdoro and Keputih community health centers, the findings show that E-Health is effective and facilitates community access to health services. However, ongoing evaluation and optimal improvement of human resources are needed for sustainable E-Health services.
Public Value Layanan Gawat Darurat “SIAGA BRO PSC 119” di Kabupaten Bojonegoro Rosyidah, Laely; Harmawan, Bagus Nuari
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol. 11 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/9cjpqe41

Abstract

SIAGA BRO PSC 119 attend to provide a rapid response to medical emergencies, which must be available in Bojonegoro District, which operates under the auspices of the Bojonegoro District Health Office. Till now, it has handled over 2,000 emergency cases since its establishment three years ago. However, this emergency service still faces challenges, including a lack of public understanding and an unstable increase in the number of users. When linked to the number of emergency situations, such as accidents, the number of emergency calls should increase in line with the number of accidents occurring. The purpose of this study is to determine the public value of the SIAGA BRO PSC 119 service provided by the Bojonegoro District Health Office, using a descriptive qualitative method through interviews with relevant parties and several users who have used the SIAGA BRO PSC 119 service, and analyzed to determine public value through the measurement dimensions by Faulkner & Kaufman (2018), including Outcome Achievement, Trust and Legitimacy, Service Delivery Quality, and Efficiency. The results indicate that the SIAGA BRO PSC 119 service has a fairly good quality of service delivery and achieves a relatively high level of public trust, particularly in terms of economic, social, and cultural outcomes. However, reporting incidents by the network to the central office is still hindered due to insufficient resources, and active outreach efforts are still a concern raised by the community.
DAMPAK KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA LAMA SURABAYA TERHADAP UMKM DI SEKITARNYA Salsabella, Yasmin Alissa; Indriani, Silmah Salsabilla; Tasman, Rosdiana; Harmawan, Bagus Nuari
DEMOKRASI Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/dmkr.v5i2.3463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan revitalisasi kawasan Kota Lama Surabaya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya. Revitalisasi dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam pelestarian kawasan cagar budaya sekaligus penguatan ekonomi lokal berbasis pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM, pengunjung, serta pihak pemerintah terkait. Penelitian ini menggunakan teori dampak kebijakan oleh Thomas R.Dye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet UMKM, terbukanya peluang usaha baru, serta meningkatnya kunjungan wisatawan. Namun, terdapat pula tantangan berupa biaya tidak langsung yang harus ditanggung oleh UMKM non-binaan seperti sewa tempat dan biaya operasional lainnya. Kebijakan ini juga menciptakan eksternalitas positif terhadap sektor-sektor pendukung seperti jasa fotografi, transportasi, dan akomodasi. Dalam jangka panjang, revitalisasi Kota Lama Surabaya memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan apabila pengelolaan dan pemberdayaan UMKM dilakukan secara merata dan inklusif.
KONTRIBUSI PEGAWAI DALAM MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK TERHADAP PENGELOLAAN BERKAS RUMAH TANGGA BIRO UMUM SETDA PROVINSI JAWA TIMUR Permana, Linang Rizkika Akbar Jalu; Harmawan, Bagus Nuari
Jurnal Progress Administrasi Publik Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Progress Administrasi Publik (JPAP)
Publisher : Program Studi Administrasi Publik, FISIP, Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jpap.v4i1.1253

Abstract

Nowadays the modern management system involves a wider role on the performance of public sector organizations. In developing a management system, it also requires good human resources and is able to carry out all the tasks for which it is responsible. The ability of human resources can be influenced by their educational background. Because the form of the ability of each human resource is taaught and obtained from the level of Education. These human resources will be able to influence the implementation of an effective and efficient management system. If the management system runs effectively and efficiently, the goals of each organization can be realized to the maximum. In this article discusses the management system in File Management in government agencies at the regional level, namely the East Java Provincial Secretariat Agency. After research found several things that have a relationship with the contribution of employees. Employees also have a contribution in building involvement and empowerment in the field of file management. Not only that, employees are also required to be able to encourage new ideas in the field of file management. And finally, employees can also contribute to creating an environment to realize personal goals and develop skills and abilities in file management. In this study aims to determine the role of employees in contributing to create good management in the process of file management in the household sub-division of the Bureau of General Secretariat of East Java. This study uses descriptive qualitative research methods with literature reviews and interviews with household employees of the East Java Secretariat General Bureau. The role of employees is very important for the development of management systems in a public sector organization.   Keywords: Public Sector Organizations; Management; Employees
Dynamic Governance dalam Penyelenggaraan Nganjuk Smart City Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk Ascarya, Padma Galuh; Harmawan, Bagus Nuari
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v10i4.5821

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep Dynamic Governance dalam penyelenggaraan Nganjuk Smart City oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada lima organisasi perangkat daerah yang terkait di Kabupaten Nganjuk. Analisis didasarkan pada teori Dynamic Governance dari Neo dan Chen yang menekankan tiga elemen yaitu kapabilitas (thinking ahead, thinking again, dan thinking across), budaya organisasi dan perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah berkembang berbagai inovasi layanan digital, penerapan tata kelola dinamis masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain koordinasi antar-organisasi perangkat daerah yang belum optimal, lemahnya evaluasi berbasis data, dan rendahnya partisipasi masyarakat digital. Penelitian ini merekomendasikan penguatan budaya organisasi yang adaptif serta peningkatan integrasi sistem dan komunikasi lintas sektor guna mendukung keberlanjutan Smart City yang lebih efektif.