Pemadatan tanah dasar merupakan salah satu tahap paling krusial dalam pekerjaan konstruksi jalan karena berpengaruh langsung terhadap kekuatan, kestabilan, dan daya dukung lapisan perkerasan. Tanah dasar yang memiliki derajat kepadatan rendah dapat menyebabkan deformasi, retak, atau penurunan permukaan jalan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap tingkat kepadatan lapangan perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan standar teknis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepadatan lapisan tanah menggunakan metode Sand Cone pada ruas Jalan Kancebungi Liana Banggai, Desa Gundu-Gundu, serta menganalisis variasi nilai derajat kepadatan di setiap stasiun pengujian sebagai indikator keseragaman pemadatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pelaksanaan uji lapangan berdasarkan SNI 03-2828-2011 dan ASTM D1556-00, serta uji Standard Proctor di laboratorium sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai derajat kepadatan tanah bervariasi antara 77,03% hingga 101,56%, di mana hanya stasiun STA 1+600 yang memenuhi standar minimal ≥95%. Variasi ini dipengaruhi oleh perbedaan jenis dan sifat tanah, kadar air, intensitas alat pemadat, serta faktor lingkungan seperti kelembapan dan topografi lokasi. Analisis menunjukkan bahwa kadar air yang tidak optimum mengurangi efisiensi pemadatan dan menghasilkan distribusi kepadatan yang tidak seragam. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pemadatan sangat bergantung pada keseragaman material, pengendalian kadar air mendekati nilai optimum, dan penerapan metode pemadatan yang konsisten. Penelitian ini merekomendasikan pemadatan ulang pada titik di bawah standar, peningkatan pengawasan mutu lapangan, serta penerapan monitoring kadar air dan tekanan alat pemadat secara real time untuk menjamin mutu dan stabilitas tanah dasar pada proyek jalan di wilayah tropis lembap.
Copyrights © 2025