Provinsi Aceh termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami akibat kedekatannya dengan zona subduksi Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua pendekatan penilaian risiko tsunami, yaitu kerangka resmi Kajian Risiko Bencana (KRB) BNPB dan metode Tsunami Spatial Vulnerability Index (TSVI) di Kabupaten Aceh Jaya. KRB BNPB mengintegrasikan komponen bahaya dan kerentanan menggunakan analisis berbasis kriteria dalam sistem informasi geografis (SIG), sementara TSVI menerapkan analisis komponen utama spasial (SPCA) terhadap data geospasial besar seperti citra satelit, grid populasi, dan lokasi pusat perekonomian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penyebaran spasial zona risiko tinggi pada hasil akhir peta risiko tsunami karena perbedaan paradigma penggunaan konsep susceptibility diantara keduanya. Hasil penelitian juga menunjukkan TSVI dapat memberikan informasi tambahan yang tidak didapatkan dari KRB BNPB berupa kontributor utama kerentanan di wilayah studi. Studi ini menunjukkan potensi TSVI sebagai alat pelengkap dalam penilaian risiko bencana konvensional dan menegaskan pentingnya integrasi antara kerangka kelembagaan dan pendekatan berbasis data untuk perencanaan mitigasi bencana yang lebih responsif dan kontekstual.
Copyrights © 2025