Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN METODOLOGI BNPB DAN TSVI UNTUK PENILAIAN RISIKO TSUNAMI DI ACEH JAYA, INDONESIA Vidya, Dinda Puspa; Ossy Maulita Budiawati; Ane Arifa Ditami; Riantini Virtriana
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v4i2.2648

Abstract

Provinsi Aceh termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami akibat kedekatannya dengan zona subduksi Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua pendekatan penilaian risiko tsunami, yaitu kerangka resmi Kajian Risiko Bencana (KRB) BNPB dan metode Tsunami Spatial Vulnerability Index (TSVI) di Kabupaten Aceh Jaya. KRB BNPB mengintegrasikan komponen bahaya dan kerentanan menggunakan analisis berbasis kriteria dalam sistem informasi geografis (SIG), sementara TSVI menerapkan analisis komponen utama spasial (SPCA) terhadap data geospasial besar seperti citra satelit, grid populasi, dan lokasi pusat perekonomian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penyebaran spasial zona risiko tinggi pada hasil akhir peta risiko tsunami karena perbedaan paradigma penggunaan konsep susceptibility diantara keduanya. Hasil penelitian juga menunjukkan TSVI dapat memberikan informasi tambahan yang tidak didapatkan dari KRB BNPB berupa kontributor utama kerentanan di wilayah studi. Studi ini menunjukkan potensi TSVI sebagai alat pelengkap dalam penilaian risiko bencana konvensional dan menegaskan pentingnya integrasi antara kerangka kelembagaan dan pendekatan berbasis data untuk perencanaan mitigasi bencana yang lebih responsif dan kontekstual.
Evaluasi Model Transformasi Koordinat 3 Dimensi Menggunakan Pendekatan Helmert dan Bursa-Wolf Vidya, Dinda Puspa; Dinna Maulia; Ane Arifa Ditami; M. Nauval Irfandia Wahid; Emiliya Novitasari; Vera Sadarviana
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1519

Abstract

Transformasi koordinat 3D adalah proses penting dalam mengubah sistem koordinat suatu objek dari satu sistem ke sistem lainnya, seperti yang sering diterapkan dalam grafika komputer, pemodelan 3D, dan pengolahan data geospasial. Penelitian ini mengevaluasi dua model transformasi populer, yaitu Helmert (7 parameter) dan Bursa-Wolf (6 parameter), serta pendekatan dengan hanya tiga parameter translasi. Fokus utama adalah mengidentifikasi blunder pada data titik sekutu menggunakan metode statistik untuk memastikan akurasi transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Helmert memberikan performa terbaik dengan RMSE total sebesar 0,169786 meter, mencerminkan tingkat akurasi yang tinggi dan kemampuan menangani kompleksitas transformasi. Model Bursa-Wolf juga memberikan hasil yang hampir setara, terutama untuk data tanpa perubahan skala. Sebaliknya, transformasi menggunakan tiga parameter translasi menghasilkan RMSE total sebesar 13,911066 meter, menunjukkan keterbatasan dalam menangani kebutuhan presisi tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan model transformasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kualitas data. Untuk aplikasi yang membutuhkan akurasi tinggi, seperti pemetaan geospasial atau infrastruktur, model Helmert atau Bursa-Wolf lebih direkomendasikan dibandingkan pendekatan tiga parameter translasi.