Pariwisata Kota Sanya Provinsi Hainan, Cina, mengalami pertumbuhan pesat sebagai salah satu destinasi internasional unggulan, namun perkembangan ini juga menghadapi tantangan dalam hal komunikasi dan promosi di tengah perubahan perilaku wisatawan global yang semakin bergantung pada teknologi digital. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi utama wisatawan internasional menuntut strategi komunikasi yang adaptif agar citra destinasi tetap positif dan daya tariknya terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan dalam pengembangan pariwisata Kota Sanya serta mengidentifikasi elemen-elemen bauran pemasaran 7P yang digunakan untuk menarik wisatawan mancanegara. Penelitian ini menggunakan metode Studi Lapangan Komprehensif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara serta analisis dokumen kebijakan pariwisata dan materi promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi di Kota Sanya cukup efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan internasional. Produk wisata yang ditawarkan beragam dan khas, harga kompetitif didukung kebijakan bebas visa, serta aksesibilitas transportasi yang baik memperkuat daya tarik destinasi. Promosi dilakukan melalui media digital, influencer, dan kerja sama internasional yang konsisten membangun citra positif. Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal (people), efisiensi layanan pariwisata (process), dan dukungan infrastruktur serta keaslian budaya lokal (physical evidence) semakin meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi berbasis bauran pemasaran 7P menjadi kunci keberhasilan Kota Sanya dalam memperkuat daya saingnya sebagai destinasi wisata global yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025