Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukoharjo. Kader posyandu dan bidan desa berperan penting dalam pencegahan stunting, namun kapasitas mereka kerap terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan berbasis komunitas terhadap peningkatan kompetensi sosial dan manajemen kader serta bidan desa di Desa Sapen, Mojolaban. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen one-group pretest–posttest dengan 40 responden. Intervensi berupa pelatihan dua jam menggunakan metode ceramah, diskusi, studi kasus, dan simulasi. Hasil analisis paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan: kompetensi manajemen dari 50,25 menjadi 80,75 (Δ = 30,50; p < 0,001) dan kompetensi sosial dari 47,50 menjadi 79,25 (Δ = 31,75; p < 0,001). Seluruh peserta mencapai skor ≥70 pada post-test. Temuan ini menunjukkan pelatihan berbasis komunitas efektif meningkatkan kapasitas kader dan bidan desa dalam pencegahan stunting
Copyrights © 2025