Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu sumber pencemar utama di wilayah pertambangan yang mengandung pH rendah serta konsentrasi tinggi sulfat dan logam terlarut. Penelitian ini mengevaluasi kinerja Permeable Reactive Barrier (PRB) anaerobik pada skala pilot dalam pengolahan AAT di lokasi tambang PT. X, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, selama 12 bulan. Sistem PRB ini menggunakan campuran serpihan kayu, batu kapur, dan pupuk kandang sebagai media reaktif. Parameter yang dianalisis meliputi pH, TDS, besi (Fe), sulfat (SO₄²⁻), dan mangan (Mn), dengan hasil pengukuran menggunakan pH-meter, Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), serta ion chromatography. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan pH dari 3,8 ± 0,3 menjadi 6,7 ± 0,5, penurunan TDS sebesar 28%, pengurangan Fe sebesar 89%, dan pengurangan SO₄²⁻ sebesar 65%. Meskipun demikian, pengurangan Mn relatif kecil, hanya 14% dan tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa PRB anaerobik efektif dalam menetralkan AAT dan mengurangi logam berat tertentu, terutama Fe dan SO₄²⁻, namun tidak efektif dalam mengendalikan Mn. Penelitian ini menyarankan desain PRB hybrid yang menggabungkan proses anaerobik dan aerobik untuk meningkatkan efisiensi penghilangan Mn. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami lebih dalam mekanisme biogeokimia dan mikrobiologi yang terlibat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi mitigasi AAT yang lebih berkelanjutan dan efisien di kawasan tropis.
Copyrights © 2025