Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sosial remaja, termasuk dalam membentuk konsep harga diri mereka. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sering kali muncul akibat intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, yang dapat berdampak negatif terhadap harga diri. Namun, self-compassion berpotensi menjadi faktor protektif dalam mengatasi dampak negatif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara FOMO, self-compassion, dan tingkat harga diri pada siswa SMP. Menggunakan desain penelitian cross-sectional, data dikumpulkan dari 70 siswa melalui teknik probability sampling. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Fear of Missing Out Scale (FoMOs), Self-Compassion Scale (SCS), dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara FOMO dan harga diri (???? = 0.252, ???? = 0.035), serta self-compassion dan harga diri (???? = 0.266, ???? = 0.026). Temuan ini menunjukkan bahwa individu dengan tingkat self-compassion yang lebih tinggi cenderung memiliki harga diri yang lebih stabil, sementara FOMO yang tidak terkelola dengan baik dapat berisiko menurunkan kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi tentang manajemen media digital serta pengembangan intervensi psikososial berbasis self-compassion untuk meningkatkan harga diri remaja di era digital.
Copyrights © 2025