Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu bentuk nyata dari pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien, di mana komunikasi efektif menjadi elemen utama dalam menciptakan pemahaman dan kepatuhan terhadap penggunaan obat. Dalam konteks pelayanan di RSUD Ulin Banjarmasin, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun empati dan kepercayaan antara apoteker dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi efektif terhadap tingkat kepuasan pasien dalam layanan PIO. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian berjumlah seratus responden yang dipilih secara purposif, menggunakan instrumen berupa kuesioner komunikasi efektif dan kepuasan pasien. Lima indikator utama komunikasi efektif yang diteliti meliputi pemahaman, kesenangan, pengaruh terhadap sikap, hubungan yang semakin baik, serta tindakan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator tersebut berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan informasi obat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis apoteker dalam memberikan informasi yang akurat, tetapi juga oleh kemampuan interpersonal dalam berkomunikasi secara hangat, jelas, terbuka, dan empatik. Komunikasi yang efektif mampu meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan pasien, sehingga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Copyrights © 2025