Penelitian ini membahas Penyerangan Ras al-Khaimah pada 1809 dengan pendekatan sejarah, menyoroti penggunaan label 'bajak laut' sebagai elemen sentral dalam retorika justifikasi tindakan militer. Fokus pada identifikasi pihak terlibat, terutama pasukan Inggris dan Ras al-Khaimah, memungkinkan pemahaman mendalam terkait dinamika politik dan ekonomi pada awal abad ke-19 di Teluk Persia. Dengan menganalisis dokumen resmi dan sumber sejarah kontemporer, penelitian ini membentangkan narasi yang merinci peristiwa serta menggali dampak penggunaan label 'bajak laut' terhadap pembentukan naratif konflik. Dengan tujuan memberikan pemahaman holistik, penelitian ini berkontribusi pada literatur sejarah dengan mengenalkan wawasan baru tentang konflik di Teluk Persia, menunjukkan pentingnya pendekatan sejarah dalam melihat peristiwa kompleks dan konstruksi naratif konflik sejarah untuk merangkum pemahaman yang lebih mendalam.
Copyrights © 2024