Indonesia dikenal sebagai negara pertanian yang memiliki benyak kekayaan sumber daya alam, termasuk tanah yang subur serta iklim tropis yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Kota Semarang, terutama di daerah Ungaran adalah salah satu area yang mengalami dampak signifikan akibat perubahan penggunaan lahan dalam skala besar. Pusat Edukasi dan Konservasi Hortikultura dirancang sebagai fasilitas yang berfungsi untuk mendukung kegiatan edukasi, penelitian, dan pelestarian tanaman hortikultura. Penelitian ini bertujuan merancang konsep arsitektur berkelanjutan yang mampu mengakomodasi aktivitas konservasi, pembelajaran, serta pengembangan hortikultura di Ungaran, Jawa Tengah. Metodologi perancangan meliputi analisis tapak, kajian literatur, dan studi preseden guna memperoleh pendekatan desain yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat. Prinsip arsitektur berkelanjutan diterapkan melalui strategi efisiensi energi, pemanfaatan material ramah lingkungan, serta sistem pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi. Hasil perancangan menghasilkan konsep tata ruang yang adaptif terhadap kondisi alam, zonasi fungsional yang jelas, serta sistem utilitas yang mendukung kegiatan konservasi. Secara keseluruhan, rancangan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian flora sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal berbasis hortikultura berkelanjutan.
Copyrights © 2025