Tingginya niat karyawan untuk keluar dari perusahaan merupakan tantangan yang signifikan dalam industri pariwisata, termasuk di Viceroy Bali pada tahun 2024. Tingginya niat untuk keluar ini diduga terkait dengan praktik kepemimpinan dan ketidakseimbangan kehidupan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan berkelanjutan pada niat keluar dengan work-life balance sebagai variabel mediasi pada karyawan Viceroy Bali. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada temuannya bahwa keseimbangan kerja-kehidupanbertindak sebagai mediator penuh dalam hubungan antara kepemimpinan berkelanjutan dan niat keluar karyawan dalam konteks pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ini menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh, yang melibatkan seluruh 125 karyawan. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwakepemimpinan berkelanjutan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap turnover intention. Demikian pula, work-life balance memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap turnover intention. Work-life balance memediasi pengaruh kepemimpinan berkelanjutan pada turnover intention karyawan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan kepemimpinan berkelanjutan, gaya kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan jangka panjang karyawan dan kebijakan yang mendukung keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan seimbang, perusahaan dapat meningkatkan retensi karyawan dan menciptakan tenaga kerja yang lebih stabil. Keywords: Sustainable leadership, Turnover intention, Work-life balance, Mediation, Hospitality Industry.
Copyrights © 2026