Penelitian tersebut dimaksudkan untuk melihat kinerja wavelet dalam mengidentifikasi jenis daging sapi. Proses pengolahan citra dilakukan dengan cara menghitung nilai R, G dan B pada setiap citra daging, kemudian dilakukan proses normalisasi untuk mendapatkan nilai indek R, indeks G dan indeks B dan dilakukan proses konversi dari model RGB ke model HSI untuk mendapatkan besaran nilai Hue, Saturation dan Intensity. Nilai yang dihasilkan dari proses pengolahan citra digunakan sebagi parameter masukan program verifikasi. Akurasi tertinggi yang dihasilkan oleh transformasi wavelet adalah 80% pada jenis daging sapi busuk dan jenis daging sapi busuk dikeringkan, sedangkan akurasi terendah adalah 0 % terjadi pada jenis daging sapi busuk dibekukan.
Copyrights © 2017