Tujuan penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam efektivitas pengawasan narapidana dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teknik purposive untuk memilih 7 informan, serta menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan dari Miles dan Huberman. Berdasarkan teori efektivitas menurut Duncan dalam Martinina et al., (2018) ditarik kesimpulan bahwa pengawasan narapidana yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli belum dapat mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Dari 3 indikator efektfitas, hanya indikator integrasi yang tercapai. Pencapaian tujuan, yaitu tujuan pengawasan narapidana di Lapas Kelas IIB Tolitoli belum terpenuhi. Rasio petugas dan jumlah narapidana belum sesuai, pelatihan bagi petugas jaga berkaitan dengan peningkatan kapasitas belum maksimal, masih ada pegawai kurang disiplin dan minimnya kesadaran narapidana. Integrasi, Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli aktif dalam memberikan pencerahan kepada narapidana dengan melibatkan pegawai Lapas dalam setiap kesempatan. Selain itu, kerja sama dengan instansi lain seperti kepolisian juga sering dilakukan. Adaptasi, meskipun memiliki aturan pelaksanaan pengawasan yang jelas, kepatuhan terhada aturan tersebut terkadang kurang optimal. Faktor-faktor seperti keuangan keluarga, pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, serta ketidakpastian masa depan setelah bebas juga membuat narapidana sulit beradaptasi.
Copyrights © 2025