Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan ekspansi populasi di Provinsi Banten telah menyebabkan peningkatan permintaan listrik yang signifikan, sehingga memerlukan strategi perencanaan energi yang komprehensif untuk memastikan pasokan listrik yang berkelanjutan dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan konsumsi listrik di Banten hingga tahun 2050 menggunakan model sistem dinamis, dengan mempertimbangkan berbagai parameter sosio-ekonomi dan teknis. Model ini mengintegrasikan faktor-faktor kunci seperti pertumbuhan populasi, perkembangan ekonomi, rasio elektrifikasi, dan kapasitas berbagai pembangkit listrik (PLTD, PLTU, PLTG, dan PLTM). Penelitian ini mengeksplorasi berbagai skenario kebijakan, termasuk transisi menuju sumber energi terbarukan, untuk mengatasi peningkatan permintaan energi dan mengurangi dampak lingkungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa meskipun sumber energi konvensional, seperti pembangkit listrik berbasis batu bara, memberikan solusi jangka pendek, mereka menyebabkan peningkatan emisi karbon. Sebaliknya, skenario energi terbarukan, meskipun memerlukan waktu adaptasi yang lebih lama, menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan potensi surplus energi pada tahun 2050. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan energi yang adaptif dan pergeseran strategis menuju energi terbarukan untuk memastikan ketahanan energi jangka panjang di Banten dan berkontribusi pada tujuan keberlanjutan Indonesia.
Copyrights © 2025