Sistem penyimpanan obat di gudang farmasi Dinas Kesehatan memiliki peran penting dalam menjamin mutu dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di beberapa gudang farmasi di Indonesia serta menilai kesesuaiannya dengan standar nasional. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap enam artikel penelitian terkait yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan lima indikator utama: sarana penyimpanan, pengaturan ruang, penyusunan stok, pencatatan kartu stok, dan pengawasan mutu obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar gudang telah menerapkan prinsip FIFO dan FEFO serta mengikuti petunjuk teknis nasional. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti infrastruktur yang kurang memadai, rotasi stok yang belum optimal, pemisahan obat rusak atau kedaluwarsa yang belum maksimal, serta keterbatasan sumber daya manusia. Dari enam artikel yang dikaji, Makassar menunjukkan sistem penyimpanan yang paling optimal, sedangkan Manado masih memiliki banyak kekurangan. Permasalahan yang paling umum ditemukan adalah kurangnya fasilitas penyimpanan yang sesuai, lemahnya pengawasan, dan pelaksanaan SOP yang belum konsisten. Kesimpulannya, sistem penyimpanan obat di gudang farmasi perlu ditingkatkan dalam aspek infrastruktur, kepatuhan SOP, dan pelatihan staf agar sesuai dengan standar nasional.
Copyrights © 2025