cover
Contact Name
Indah Aprianti
Contact Email
indahaprianti@pharm.untan.ac.id
Phone
+6282250636452
Journal Mail Official
jpop@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal Pharmacy of Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : 30895723     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal Pharmacy of Tanjungpura (JPOP) merupakan media publikasi penelitian yang mencakup seluruh aspek ilmu farmasi yang orisinal, inovatif, dan berbasis ilmiah. JPOP menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris (diutamakan) dalam beberapa jenis artikel, yaitu: Naskah penelitian original Tinjauan literatur Tinjauan sistematis Jurnal ini memberikan wadah bagi Peneliti, Apoteker, Akademisi, dan Praktisi yang ingin berkontribusi pada bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi dengan menerima berbagai bidang multidisplin, seperti: Teknologi Farmasi dan Farmasetika Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Farmakologi dan Toksikologi Biologi Farmasi Farmasi Klinis dan Komunitas
Articles 50 Documents
STUDI KOMPARATIF OBAT GOLONGAN ANALOG ASAM GAMA-AMINOBUTIRAT PADA PASIEN NEUROPATI DIABETIK DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Comparative Study of Gamma-Aminobutyric Acid Analogs Drugs in Diabetic Neuropathy Patients at Tanjungpura University Hospital Pontianak) Khairia, Mia Alfina
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKObat Golongan analog asam gama-aminobutirat (pregabalin dan gabapentin) sering dianggap sebagai pilihan pengobatan lini pertama untuk neuropati diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan dan perbandingan efektivitas obat gabapentinoid terhadap pasien neuropati diabetik di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang bersifat deskriptif. Data diambil secara retrospektif melalui 100 rekam medis pasien neuropati diabetik periode Januari sampai Desember tahun 2023 dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat gabapentinoid yang paling banyak digunakan pasien neuropati diabetik adalah pregabalin sebanyak (84%) dan obat kombinasi antinyeri lain yaitu pregabalin dengan paracetamol sebanyak (36%). Hasil perbandingan obat pregabalin dan gabapentin mendapatkan nilai p-value / sig  sebesar 0,53 0,05 dan perbandingan terapi tunggal dengan kombinasi sebesar 0,169 0.05 . Kesimpulan penelitian ini bahwa tidak terdapat perbandingan yang bermakna antara obat gabapentin atau pregabalin baik terapi tunggal maupun kombinasi yang artinya obat tersebut efektif meredakan nyeri neuropati.Kata kunci: neuropati diabetik, pregabalin, gabapentin, penurunan nyeriABSTRACTGamma aminobutyric acid analogue drugs(pregabalin and gabapentin) are often considered as first line treatment options for diabetic neuropathy. This study aims to determine the treatment profile, and to compare effectiveness of gabapentinoid drugs in diabetic neuropathy patiens at Tanjungpura University Hospital Pontianak . The design of this study was descriptive cross-sectional. Data were collected retrospectively through 100 medical records of diabetic neuropathy patients for the period January to December 2023 with a purposive sampling technique. The results of the study showed that the gabapentinoid drug most commonly used by diabetic neuropathy patients was pregabalin (84%) and another combination pain medication was pregabalin with paracetamol (36%). The results of the comparison of the drugs pregabalin and gabapentin obtained a p-value / sig of 0.53 0.05 and the comparison of single therapy with the combination was 0.169 0.05. This study concluded that there was no significant comparison between gabapentin or pregabalin and single or combination therapy which means the drug is effective in reducingneuropathy pain. Keywords:: diabetic neuropathy, pregabalin, gabapentin, pain reduction
ANALISIS VITAMIN C MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI DENGAN VARIASI VARIABEL PERBANDINGAN TERHADAP SIRUP MULTIVITAMIN Kurniawan, Hadi; Kirom, Ikhwanul; Sianjung, Mayesa Helena Nangdara; Rahim, Mutia; Saputra, Rico; Stevia, Tessa; Apsanita, Wulan
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C atau dengan nama lain asam askorbat merupakan nutrisi esensial bagi manusia. Vitamin C tidak dapat disintesis oleh manusia sebab terjadi mutasi yang menyebabkan adanya enzim yang hilang dalam jalur biosintesisnya, sehingga manusia mendapatkan asupan vitamin C melalui makanan yang dikonsumsi maupun melalui suplemen, salah satunya sirup multivitamin. Penelitian ini menganalisis kadar vitamin C dalam sirup multivitamin dengan metode KCKT. Penelitian dilakukan menggunakan tiga jenis perlakuan yang berbeda dari segi fase gerak dan variabel lainnya untuk membandingkan hasil dari setiap perlakuan. Perlakuan I didapatkan waktu retensi 5,08433 menit, percobaan II didapatkan waktu retensi 4,99567 menit, dan perlakuan III didapatkan waktu retensi 4,15733 menit. Sampel yang digunakan adalah sirup multivitamin merek "X" dan "Y". Hasil menunjukkan bahwa pemilihan pelarut dan fase gerak dalam KCKT dapat mempengaruhi waktu retensi, yang berpotensi mempengaruhi hasil analisis vitamin C pada sirup multivitamin.Kata kunci:Vitamin C, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, KCKT, Sirup Multivitamin, Variasi Fase Gerak dan Pelarut, Waktu Retensi
MOLECULAR DOCKING SENYAWA PADA KOMPOSISI CINCALOK TERHADAP RESEPTOR PLASMODIUM FALCIPARUM DIHYDROOROTATE DEHYDROGENASE Reynaldi, Muhammad Andre; Faradilla, Aulia; Nurbaeti, Siti Nani; IH, Harianto; Fajriaty, Inarah
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cincalok merupakan makanan khas Kalimantan dengan komposisi udang rebon yang kaya astaxanthin, cabai yang kaya capsaicin, dan bawang putih yang kaya allicin. Penelitian ini dilakukan molecular docking senyawa tersebut terhadap reseptor penyakit malaria (Plasmodium Falciparum Dihydroorotate Dehydrogenase). Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan calon kandidat obat baru dalam mengatasi penyakit malaria secara in silico pada senyawa yang   terkandung dalam cincalok. Metode yang digunakan pada penelitian ini secara molecular docking menggunakan perangkat lunak autodock vina 1.1.2., dengan senyawa uji (astaxanthin, capsaicin, dan allicin) dan kontrol pembanding (artimisinin dan klorokuin). Hasil penelitian ini berdasarkan binding affinity yang diperoleh menunjukkan bahwa senyawa capsaicin memiliki nilai affinity paling negatif (-8,2 kkal/mol) dibandingkan astaxanthin (-6,5 kkal/mol) dan allicin (-4,7 kkal/mol) bahkan melebihi klorokuin (-7,2 kkal/mol) dan mendekati binding affinity artimisinin (-8,4 kkal/mol). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu senyawa yang terkandung dalam cincalok diprediksi berpotensi untuk berikatan terhadap reseptor malaria.
POTENSI BAWANG DAYAK (ELEUTHERINE BULBOSA) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN: TINJAUAN LITERATUR Aprianti, Indah
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa) merupakan tanaman herbal Indonesia yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat untuk berbagai penyakit. Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti eleutherin, isoeleutherin, flavonoid, dan senyawa fenolik yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur terkait potensi antioksidan E. bulbosa berdasarkan berbagai pendekatan, termasuk studi in vitro, in vivo, dan uji klinis. Aktivitas antioksidan E. bulbosa dilaporkan melalui metode DPPH, FRAP, ABTS, dan pengukuran biomarker stres oksidatif seperti MDA dan TBARS. Studi juga menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman ini bekerja dengan mendonorkan elektron, mengkhelat ion logam, dan menghambat enzim prooksidan. Selain memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang kuat, ekstrak E. bulbosa telah diaplikasikan dalam formulasi sediaan oral, topikal, dan kosmetik. Kajian ini menyimpulkan bahwa E. bulbosa adalah kandidat unggul dalam pengembangan produk antioksidan alami dan memerlukan penelitian lanjutan terkait bioavailabilitas dan toksisitas jangka panjang.
STUDI POTENSI TARGET RESEPTOR SENYAWA PADA BAWANG PUTIH MENGGUNAKAN SWISS TARGET PREDICTION Reynaldi, Muhammad Andre
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa bioaktif bawang putih, seperti alisin, alliin, dan diallyl sulfida, telah dilaporkan memiliki berbagai aktivitas farmakologis, termasuk efek antiinflamasi dan antikanker. Namun, pemahaman mengenai target reseptor spesifik dari senyawa-senyawa ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi target reseptor potensial dari senyawa tersebut menggunakan pendekatan in silico melalui platform Swiss Target Prediction berbasis web. Struktur senyawa dianalisis untuk memprediksi interaksinya dengan reseptor manusia, memberikan wawasan awal tentang mekanisme kerja potensialnya. Hasil menunjukkan bahwa alisin memiliki probabilitas interaksi tinggi dengan Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) dan Nitric Oxide Synthase, mendukung efek antiinflamasi dan antikankernya. Alliin menunjukkan interaksi dengan reseptor neurotransmiter, sedangkan diallyl sulfida berpotensi memengaruhi reseptor hormonal. Kesimpulannya, penelitian ini menyediakan landasan awal bagi pengembangan agen terapeutik berbasis bawang putih yang lebih efektif dan terarah.
ANTIBACTERIAL AND ANTIFUNGAL ACTIVITY OF SOLID SOAP ESSENTIAL OIL OF NUTMEG SEEDS (Myristica fragrans H.) ON Propionibacterium acnes AND Candida albicans. -, Herlyana; Riyanti, Tiara; Rahman, Ika Ristia; Kurnianto, Erwan
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutmeg is most often used as a spice and essential oil. Nutmeg seed essential oil is widely geared towards diseases caused by bacteria or fungi. The essential oil content of nutmeg seeds consists of myristic acid, trimyristin, and glycerides from lauric, stearic, and palmitic acids, which have activities as anti-oxidants, anticonvulsants, analgesics, anti-inflammation, anti-diabetes, antifungal and antibacterial. Propionibacterium acnes is a bacterium that plays an important role in the development of acne, and Candida albicans is the fungus that most often causes skin infections. The purpose of this study was to determine whether solid soap from the essential oil of nutmeg seeds as antibacterial and antifungal activity against the growth of Propionibacterium acnes and Candida albicans and what is the diameter of the inhibitory zone. This test uses the disc disc method with variations in the concentration of NaOH in solid soap. The concentration of NaOH in F1 is 45.21 g, F2 is 40.45 g, F3 is 35.7 g. The results of the inhibitory zone of Propionibacterium acnes at F1 of 16.67 mm, F2 of 13.421 mm, F3 of 17.91 mm, and in Candida albicans at F1 of 24.608 mm, F2 of 24.476 mm, F3 of 25.394 mm. This indicates that each formulation has antibacterial and antimicrobial activity.
GAMBARAN VISUAL ANALOG SCALE (VAS) PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIANTAN TENGAH PONTIANAK Putra, Berlian Rizky; Yuswar, Muhammad Akib; Rizkifani, Shoma
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien hipertensi. Pengukuran rasa sakit merupakan faktor yang penting agar tercapainya keberhasilan terapi dan kualitas kesehatan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Visual Analog Scale (VAS) pada pasien hipertensi di Puskesmas Siantan Tengah Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional kohort. Data didapat dari pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan Juni-Juli 2021 secara purposive sampling bersifat prospektif dan dikumpulkan dari rekam medis, kuesioner VAS. Hasil yang diperoleh terhadap 50 pasien yaitu pasien didominasi oleh wanita berusia lansia dengan tekanan darah 160 mmHg (Hipertensi Stage II). Selain itu, didapat nilai VAS paling banyak dalam kategori baik sebanyak 43 pasien (86 %) dengan nilai median 70. Kesimpulan mayoritas nilai VAS pasien hipertensi di Puskesmas Siantan Tengah Kota Pontianak adalah kategori baik.
THE ANALYSIS OF PATIENT CHARACTERISTICS OF COMPLIANCE IN THE USE OF METADONE THERAPY IN THE BANGKONG RIVER REGIONAL MENTAL HEALTH CLINIC OF PONTIANAK IN THE PERIOD OF 2020-2021 Prisilla, Salma; Nurmainah, Nurmainah; Andrie, Mohamad
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Compliance with Injecting Drug Users (IDUs) in Methadone Maintenance Therapy is crucial during rehabilitation. However, many IDUs still do not comply with methadone therapy. As a result, the patient may once more experience withdrawal symptoms. The purpose of this study was to examine the percentage of patient compliance and the impact of patient's age, education, and occupation on compliance with the use of methadone therapy at Sungai Bangkong Region Psychiatric Hospital, Pontianak. The research method used is observational research with an analytical cohort study design. The data were taken from patient's medical record, which includes the patient's medical record number and patient characteristics such as age, gender, last education, occupation, and the number of days the patient received the drug. The collected medical record data is then analyzed using the Chi-Square analysis method. The results showed that the respondents had a high level of compliance with a percentage of 85.7%. Compliant patients are dominated by patients in the 20-40 age range, with college as their last education, and working as laborers. The results of the Chi-square test analysis showed the impact of age, education, and occupation on compliance, with values of p = 0.462; p=1,000; p=1,000, respectively. This study concludes that characteristics like age, education, and occupation had no impact on patient compliance in undergoing Methadone Maintenance Therapy.  Keywords: Compliance, Injecting Drug Users, Methadone Maintenance Therapy
REVIEW JURNAL: INOVASI METODE KROMATOGRAFI GAS (GC) DALAM ANALISIS OBAT ANALGESIK Bahari, Alvina; Athaayaa, Alyaa Zain; Sihaloho, Michelle Pasha; Apriliani, Dita Tri; Qisthi, Hasna Aulia
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kromatografi Gas (GC) merupakan metode analitik yang sangat penting dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk farmasi, khususnya untuk mendeteksi dan menganalisis senyawa volatil dan semi-volatil seperti obat analgesik (misalnya, morfin, tramadol, dan diklofenak) dalam matriks biologis. Artikel ini membahas penggunaan berbagai detektor yang digabungkan dengan GC, seperti Spektrometri Massa (GC-MS), Detektor Ionisasi Nyala (FID), dan Spektroskopi Ultraviolet Vakum (GC-VUV), yang mampu meningkatkan sensitivitas dan akurasi dalam kuantifikasi senyawa obat. Peningkatan teknologi seperti GC dua dimensi (GC×GC) dan pengembangan sistem mikro-GC juga menawarkan efisiensi lebih tinggi dan pemrosesan data yang lebih cepat. Meskipun Begitu, tantangan seperti biaya operasional yang tinggi dan kebutuhan derivatisasi senyawa non-volatil masih memerlukan perhatian. Dengan terus berkembangnya inovasi seperti Artificial Intelligence (AI) untuk analisis data GC, metode ini terus berperan penting dalam industri farmasi dan forensik.Kata kunci: Kromatografi Gas, Obat Analgesik, Spektrometri Massa, Detektor Ionisasi Nyala, Spektroskopi Ultraviolet Vakum
TRANSETOSOM UNTUK MENINGKATKAN PENETRASI TRANSDERMAL: REVIEW Aprianti, Indah
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transetosom merupakan sistem pembawa vesikel berbasis lipid yang telah terbukti mampu meningkatkan penetrasi dari zat aktif dalam aplikasi sistem penghantaran transdermal. Karakteristik berupa derajat deformabilitas yang tinggi dari transetosom dapat meningkatkan permeabilitas obat menembus lapisan kulit yang biasanya menjadi hambatan dalam penghantaran zat aktif. Review artikel ini bertujuan untuk memahami kemampuan transetosom untuk meningkatkan penetrasi zat aktif pada sistem penghantaran transdermal dengan membahas mekanisme kerja, formulasi, dan efektivitas transetosom dalam memperbaiki sistem penghantaran transdermal. Berdasarkan penelitian terkini, transetosom menunjukkan potensi yang sangat baik dalam meningkatkan bioavailabilitas obat dan efektivitas terapi berdasarkan sifat fleksibilitas dari vesikel yang memungkinkan penetrasi obat ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga dapat menjadi solusi yang menjanjikan untuk optimalisasi sistem penghantaran obat transdermal.