Industri financial technology (fintech) di Indonesia terus berkembang pesat, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang cepat dan praktis. Perkembangan ini mencakup fintech konvensional dan syariah, dengan fintech syariah menjadi solusi potensial untuk mayoritas penduduk Muslim. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan transaksi berbasis QR dan mendukung digitalisasi ekonomi. Namun, adopsi QRIS masih menghadapi tantangan, terutama terkait kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan keandalan teknologi tersebut. penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kemudahan dan kegunaan secara langsung dan tidak langsung. Dalam studi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan pada populasi pelanggan waroeng yang memakan siengkong pandawa malang. Metode statistik digunakan untuk menentukan sampel minimal empat puluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan tidak memengaruhi kepercayaan atau keputusan penggunaan. Kemudian kegunaan dapat berdampak kecil pada kepercayaan dan keputusan penggunaan. Kepercayaan juga mengatur hubungan antara kemudahan dan keputusan penggunaan namun, kegunaan tidak. Hipotesis penelitian diuji menggunakan aplikasi SmartPLS 3.29, metode analisis Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS).
Copyrights © 2025