Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Pengangguran tetap menjadi masalah fundamental dalam pembangunan ekonomi karena secara langsung terkait dengan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan data panel dari 34 provinsi di Indonesia yang mencakup periode 2020–2024, dianalisis menggunakan Model Efek Tetap (FEM) melalui perangkat lunak E-Views 10.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap tingkat pengangguran terbuka, dengan nilai probabilitas 0.0379. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pendidikan belum diimbangi dengan kesempatan kerja yang memadai, sehingga menimbulkan fenomena ketidakcocokan pekerjaan. Kesehatan memiliki dampak yang signifikan dan negatif terhadap pengangguran terbuka dengan nilai probabilitas 0.0014, yang berarti kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga memiliki dampak signifikan dan negatif dengan nilai probabilitas 0,0000, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi mendorong penciptaan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran terbuka. Secara bersamaan, ketiga variabel independen tersebut secara signifikan mempengaruhi pengangguran terbuka, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Prob (F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai R² yang disesuaikan sebesar 0,8549 menunjukkan bahwa 85,49% variasi pengangguran terbuka dapat dijelaskan oleh pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mendukung Teori Modal Manusia, yang menekankan pentingnya berinvestasi dalam pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta Hukum Okun, yang menyoroti peran pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi pengangguran.
Copyrights © 2026