Terjadinya perubahan penggunaan lahan pada kawasan waduk dapat menurunkan fungsi hutan dalam penyerapan dan mentransfer air dan fungsi lainnya air. Tujuan penelitian adalah melakukan prediksi potensi perubahan tutupan lahan dan pengaruhnya terhadap waduk Sungai Pulai Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengukuran evapotranspirasi dengan Model Penman dan debit andalan menggunakan Model FJ Mock dengan mempertimbangkan data klimatologi dan hidrologi dan analisis spasial. Hasil perhitungan evapotranspirasi berkisar antara 2,78 mm/H hingga 4,64 mm/H dan diintegrasikan kedalam perhitungan debit andalan pada tahun 2023, dengan hasil Debit hitung antara 0,138 m3/detik s.d. 0,605 m3/detik yang dipengaruhi oleh faktor curah hujan diatas 100 mm/bulan. Pada Catchment Area (CA) seluas 409,85 Ha penggunaan lahan hutan/bervegetasi diperkirakan sebesar 172,52 Ha (42 %). Dengan luas lahan terbuka sebesar 236,17 Ha (58 %) maka diprediksi potensi penyimpanan air sebanyak 213.939 m3/tahun dan transfer air sebesar 347.057.329 liter/Tahun. Jika CA yang dapat ditumbuhi pohon besar seluas 350 Ha maka dapat diprediksi Potensi menyimpan air sebesar 315 m3/tahun dan potensi transfer air sebesar 511.000.000 liter/Tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah kuratif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sumber daya air pada waduk yaitu dengan melakukan langkah reforestasi terhadap CA yang terdegredasi. Untuk penelitian lebih lanjut agar dapat dilakukan penelitian tentang pengaruh evapotranspirasi pada setiap penggunaan lahan.
Copyrights © 2025