Organisasi pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam merealisasikan nilai-nilai egaliter yang diajarkan agama ke dalam praktik organisasi yang inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya kerja Islami terhadap kesetaraan gender di SDI Ma'arif Plosokerep Kota Blitar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan total sampling 19 guru dan pegawai tetap. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5, dianalisis menggunakan uji validitas Pearson Product Moment Correlation, reliabilitas Cronbach's Alpha, uji asumsi klasik, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi amanah dan taʿāwun mencapai korelasi tertinggi (0,702 dan 0,722), sementara kesetaraan gender di institusi menunjukkan profil progresif dengan korelasi Y2 mencapai 0,939. Analisis regresi menghasilkan koefisien regresi 0,574 dengan signifikansi 0,042 (p < 0,05), membuktikan pengaruh positif dan signifikan budaya kerja Islami terhadap kesetaraan gender. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,245 menunjukkan 24,5% variasi kesetaraan gender dijelaskan oleh budaya kerja Islami. Kesimpulannya, penerapan sistematis dimensi-dimensi budaya kerja Islami relevan sebagai strategi memperkuat komitmen institusi pendidikan terhadap kesetaraan gender, meskipun masih diperlukan perhatian terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesetaraan gender di lingkungan kerja.
Copyrights © 2025