Kabupaten Gayo Lues di Provinsi Aceh dikenal sebagai daerah pegunungan dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah sere. Potensi besar ini menjadikan Gayo Lues mendapat julukan sebagai salah satu sentra penghasil sere baik sere wangi maupun sere biasa di Indonesia Tanaman sere telah lama dibudidayakan oleh masyarakat, terutama sere wangi karena nilai ekonominya yang tinggi sebagai bahan baku minyak atsiri. Minyak sere wangi banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, aromaterapi, hingga produk rumah tangga, sementara sere biasa belum ada yang dimanfaatkan padahal manfaat dari sere biasa ini juga banyak, diantaranya biasa menjadi bumbu dapur. Sere biasa dikenal luas di masyarakat Indonesia sebagai rempah penyedap makanan dan memiliki nilai ekonomi serta kesehatan. Namun, belum ada yang membuka usaha olahan dari sere biasa ini, hal inilah yang menjadi tantangan seperti penduduk tidak tahu cara mengolah sereh biasa selain hanya sebagai bumbu penyedap makanan, kurangnya pengetahuan berikatan sere biasa ini, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa dapat berperan aktif dalam membantu mengatasi masalah ini dengan memberikan teknologi, pendampingan, pelatihan, dan solusi inovatif. Urgensi dari pengabdian adalah meningkatnya pendapatan Mitra melalui memberdayakan sere biasa menjadi produk olahan, memberikan pelatihan dalam membuat olahan sere biasa. Memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada mahasisiwa yang mengikuti KKN dalam kegiatan pengabdian. Tim Pengabdi menyimpulkan bahwa ada tiga permasalahan pada Mitra yaitu bidang produksi, Mitra tidak tahu inovasi dalam mengolah sere biasa, Permasalahan bidang manajemen, tidak tahu membuat perencaan produksi, bidang pemasaran, permasalahan Mitra yaitu Mitra tidak tahu cara memasarkan produk. Tujuan pengabdian yaitu meningkatkan pendapatan mitra melalui inovasi produk olahan berbasis sere biasa.
Copyrights © 2025