Permasalahan keracunan makanan masih menjadi hambatan yang signifikan dalam sektor kesehatan masyarakat di Indonesia. Kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi di SDN 1 Kereng Bangkirai pada tahun 2024, dengan jumlah korban sebanyak 16 siswa, menunjukkan urgensi pemberian penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa kelas IV dan V mengenai pentingnya penerapan PHBS sebagai langkah preventif terhadap insiden keracunan makanan. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Juni 2025 di SDN 1 Kereng Bangkirai melalui pendekatan edukasi kesehatan yang memanfaatkan media video animasi, diskusi, serta pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Sebanyak 57 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mendapatkan edukasi, yang menandakan bahwa metode pembelajaran menggunakan media visual dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai PHBS. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak dini dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah merupakan strategi efektif dalam promosi kesehatan di lingkungan anak-anak usia sekolah
Copyrights © 2025