Kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sering kali menjadi langkah terakhir yang diambil perusahaan ketika masalah disiplin dan kinerja karyawan mencapai titik yang serius. PT. Aneka Sarana Jaya menghadapi tantangan besar dalam hal pelanggaran aturan kerja yang berpotensi merugikan kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara dan observasi untuk mengidentifikasi faktor penyebab PHK di perusahaan tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan PHK di PT. Aneka Sarana Jaya dipengaruhi oleh penurunan kinerja karyawan, restrukturisasi perusahaan, dan krisis ekonomi. Penurunan kinerja menjadi faktor dominan, terutama pada karyawan yang tidak memenuhi target kerja. Selain itu, pelanggaran aturan seperti pencurian barang, ketidakhadiran tanpa alasan jelas, dan kurangnya kerja sama tim berkontribusi pada keputusan PHK. Untuk mengurangi PHK, perusahaan disarankan untuk menerapkan pelatihan berkelanjutan, peningkatan pengawasan, serta sanksi disiplin yang tegas dan adil. Pendekatan proaktif dalam membangun kerja sama tim dan program pengembangan karyawan berbasis kompetensi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis
Copyrights © 2025