Penelitian ini menyoroti peran strategis konektivitas lintas negara dalam mendukung integrasi sosial-ekonomi dan pertumbuhan kota di wilayah perbatasan, dengan studi kasus rute darat Singkawang–Kuching. Fokus utama adalah analisis preferensi moda transportasi berdasarkan faktor biaya dan waktu. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode stated preference dalam delapan skenario atribut (tarif, waktu tempuh, dan waktu akses), data dikumpulkan dari 91 responden. Analisis dilakukan menggunakan model logit binomial dan regresi linier berbasis generalized cost. Hasil menunjukkan bahwa biaya perjalanan menjadi faktor utama dalam pemilihan Bus Damri, sedangkan kenyamanan dan mobilitas lebih mempengaruhi pengguna angkutan sewa. Model memiliki koefisien determinasi R² sebesar 0,652, yang mengindikasikan bahwa 65,2% variasi dalam pemilihan moda dapat dijelaskan oleh perbandingan biaya total. Temuan ini menegaskan pentingnya menyediakan transportasi lintas batas yang efisien dan terjangkau untuk mendukung daya saing kota perbatasan seperti Singkawang. Studi ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan transportasi berbasis data, pengembangan infrastruktur seperti terminal internasional, serta penguatan konektivitas sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan perbatasan dalam konteks integrasi regional ASEAN.
Copyrights © 2025