Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Integrasi Sistem Transportasi Berkelanjutan Pada Kawasan Wisata Ubud - Bali Yuanda Patria Tama; Ari Ananda Putri; Medinah Wirda Madani
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 19, No 1 (2021): Juni
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8880 KB) | DOI: 10.25104/mtm.v19i1.1853

Abstract

Kemacetan yang terjadi di Kawasan Wisata Ubud disebabkan tingginya pergerakan lalu lintas baik penduduk lokal maupun wisatawan serta hambatan samping berupa parkir on street yang menjamur di sepanjang kawasan tersebut. Penelitian ini mencoba untuk mengatasi permasalahan di kawasan wisata Ubud dengan merencanakan integrase sistem transportasi yang berkelanjutan,  khususnya terkait fasilitas parkir, pejalan kaki dan layanan angkutan wisata berupa shuttle bus sehingga dapat mewujudkan sistem transportasi yang cepat, tepat, aman, nyaman, murah, dan ramah lingkungan. Metode analisa yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia – 1997, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, dan SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Pembahasan pada penelitian ini mencakup kondisi kinerja lalu lintas eksisting, perencanaan fasilitas pejalan kaki menyusuri dan menyebrang, perencanaan waktu siklus, headway, jenis moda, dan jumlah armada angkutan wisata, pemindahan lokasi parkir on street, serta perubahan kinerja lalu lintas kawasan wisata Ubud setelah dilakukannya relokasi parkir on street.
Simulasi Dampak Rencana Penerapan Skema Ganjil Genap di Kota Bekasi Ari Ananda Putri; Yuanda Patria Tama; Mega Suryandari
Jurnal Teknologi Transportasi dan Logistik Vol. 2 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltrada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52920/jttl.v2i2.35

Abstract

Bermula dengan keberhasilan penerapan kebijakan sistem ganjil genap yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang kemudian dilakukan perpanjangan waktu pelaksanaannya guna menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018. Tujuan Pemerintah saat itu guna mempersingkat waktu tempuh keberangkatan para atlet menuju lokasi pertandingan menjadi 30 menit sesuai dengan standar internasional. Ternyata pengaruh kebijakan tersebut juga dirasakan warga ibukota, dimana waktu perjalanan mereka menjadi relatif lebih singkat. Dampak positif dari sistem ini, membuat peneliti ingin melakukan uji coba di kota lain, yaitu Kota Bekasi, dikarenakan kemacetan di kota ini mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Metode analisis yang dilakukan menggunakan bantuan aplikasi Software Visum 15.0 untuk melihat perubahan kinerja lalu lintas jaringan jalan terkait kecepatan rata-rata, waktu tempuh rata-rata, volume lalu lintas, tingkat pelayanan jalan, dan emisi gas buang kendaraan di beberapa titik kemacetan di Kota Bekasi. Simulasi penerapan skema ganjil genap di Kota Bekasi terbukti mampu mengurangi jumlah volume lalu lintas pada ruas jalan uji coba, dimana rata-rata kecepatan mengalami peningkatan 2x lipat, dan rata-rata waktu tempuh perjalanan mengalami penurunan sekitar 55% dibandingkan dengan kondisi sebelum dilakukannya simulasi skema dimaksud. Namun disisi lain, ruas jalan lain pada saat kebijakan ini belum disimulasikan, menjadi lebih buruk dalam segi tingkat pelayanannya. Selain itu penurunan jumlah volume lalu lintas, secara tidak langsung juga mengurangi emisi gas buang kendaraan yang berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Emisi dari kendaraan mobil menurun sebanyak 5% namun disisi lain terjadi peningkatan emisi bagi kendaraan sepeda motor sebanyak 5%. Hal ini disebabkan para pengguna kendaraan mobil pribadi cenderung merubah moda transportasi mereka menjadi sepeda motor maupun transportasi online dan merubah rute perjalanan mereka sebagai dampak dari simulasi penerapan kebijakan tersebut.
Pengembangan Infrastruktur Transportasi Berkelanjutan di Kawasan Perdagangan Cokroaminoto Sebagai Bentuk Kontribusi Kota Humanis Ari Ananda Putri; Yuanda Patria Tama
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 20, No 1 (2022): Juni
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v20i1.2146

Abstract

Proyek infrastruktur transportasi yang efektif harus mengurangi dampak terhadap lingkungan, namun disisi lain harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara fokus terhadap aksesibilitas dan mobilitas. Pembangunan kota di Indonesia harus humanis dalam arti memperhatikan kepentingan manusia atau disebut human oriented development. Tujuannya yaitu merencanakan konektivitas infrastruktur transportasi berkelanjutan, terkait fasilitas parkir dan pejalan kaki untuk mewujudkan sistem transportasi ramah lingkungan. Metode survei yang digunakan dalam artikel ini adalah metode survei kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap: pengumpulan data primer dan sekunder. Pada penelitian ini ada 3 (tiga) tahapan analisa yang akan dilakukan. Tahap analisa terkait kajian ruang parkir yang akan direlokasi, kinerja ruas jalan, aksesibilitas dan fasilitas pejalan kaki. Setelah dilakukan analisa perhitungan, diusulkan pemindahan parkir on street menjadi off street, terjadi peningkatan kinerja ruas jalan sebesar 63%. Analisa aksesibilitas pejalan kaki, memiliki jarak 600m terhadap lokasi perdagangan terjauh. Namun, jarak parkir off street 1 terhadap lokasi parkir off street 2 hanya berjarak 340m, sehingga aksesibilitasnya masih dapat dijangkau oleh pengguna jalan. Usulan pengembangan fasilitas infrastruktur berupa taman parkir perlu diimbangi dengan fasilitas pejalan kaki yang berkelanjutan, sehingga dapat menghubungkan antara infrastruktur Taman Parkir 1 dan 2 dengan pusat-pusat kegiatan di Jalan Cokroaminoto sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam konsep kota humanis. Fasilitas penyeberangan sebaiknya ditingkatkan menjadi pelican dengan perhitungan waktu hijau minimum selama 12 detik, yang menimbulkan dampak terhadap peningkatan kapasitas jalan sebesar 36% dikarenakan hilangnya konflik antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor.
Analisis Model Pemilihan Moda Akibat Rencana Penerapan Skema Ganjil Genap di Kota Bekasi Ari Ananda Putri
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v22i2.1448

Abstract

ABSTRACTAnalysis of Mode Choice Models as The Effect Plan Implementation of Odd-Even Schemes In Bekasi City: One strategy to reduce the use of automobile is implementing the policy of odd-even on the road sections are unidentified has an unworthy performance. With the implementation of the odd-even scheme, it is expected that the automobile user will switch to using public transportation. In Indonesia, this scheme has already conducted trials on corridor Sudirman Thamrin, Jakarta, and had a positive response towards the implementation of this policy, which is about 13.3% citizens moved to use TransjakartaBusway. If the same scheme was implemented in TheCity Bekasi, was going to have the same response with the city before? How the selection of the mode of the community, when done the policy plan simulation. Quantitative research is conducted by calculating the probability of mode choice the odd-even scheme implementation plan simulations The City of Bekasi using binary logit analysis in the SPSS 17.0 software. The result is plan the implementation of this scheme, it is noted that the people of The City of Bekasi tend to continue using automobile with a probability of 61%, while opportunities will use public transport around 39%. Even so, simulation of the scheme is able to improve the use of public transportas much as 10%.Keywords: Mode Choice; Planning; Odd-Even Scheme.ABSTRAKSalah satu strategi dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi adalah dengan menerapkan kebijakan ganjil genap pada ruas jalan yang teridentifikasi memiliki kinerja yang tidak layak. Dengan diterapkannya skema ganjil genap, diharapkan para pengguna kendaraan pribadi akan beralih menggunakan transportasi massal. DI Indonesia, skema ini sudah dilakukan uji coba pada koridor Sudirman-Thamriin, Jakarta, dan memiliki respon yang positif terhadap penerapan kebijakan ini, yaitu sekitar 13.3% warga berpindah untu menggunakan Bus Transjakarta. Jika skema yang sama diterapkan di Kota Bekasi, apakah akan memiliki respon yang sama dengan kota sebelumnya? Bagaimana pemilihan moda masyarakat, saat dilakukan simulasi rencana kebijakan tersebut. Penelitian ini bersifat kuantitatif yang dilakukan dengan menghitung probabilitas pemilihan moda masyarakat saat dilakukan simulasi rencana penerapan skema ganjil genap Kota Bekasi dengan menggunakan analisa binary logit dengan bantuan software SPSS 17.0. Hasilnya adalah dengan rencana penerapan skema ini, diketahui bahwa masyarakat Kota Bekasi cenderung tetap menggunakan kendaraan pribadi dengan probabilitas sebesar 61%, sedangkan peluang yang akan menggunakan transportasi umum sekitar 39%. Meskipun demikian simulasi skema ini mampu meningkatkan penggunaan transportasi umum sebanyak 10%.Kata Kunci: Pemilihan Moda; Perencanaan; Skema Ganjil Genap
Strategi pengembangan konsep Green Tourism pada Kawasan Wisata Malioboro Kota Yogyakarta Wildan Wahyu Nugroho; Ari Ananda Putri
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.92190

Abstract

Kota Yogyakarta dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya dengan salah satu daya tarik wisatawan yaitu Kawasan Malioboro. Salah satu moda yang sering digunakan oleh wisatawan adalah bus pariwisata dengan 3 (tiga) titik lokasi parkir khusus bus pariwisata yaitu TKP Senopati, Abu Bakar Ali, dan Ngabean. Dalam rangka mengusung perwujudan program Sustainable Development Goals, maka peneliti melakukan penelitian dengan menyimulasikan beberapa konsep green tourism yang berfokus pada sisi transportasi berupa pemindahan area parkir bus pariwisata dari Kawasan Malioboro ke Terminal Giwangan dan perencanaan mobilitas wisatawan dari dan ke Terminal Giwangan - Kawasan Malioboro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kinerja lalu lintas saat ini di Kawasan Malioboro, merencanakan moda transportasi berbasis listrik di Kawasan Malioboro, mengintegrasikan mobilitas wisatawan dari area parkir dengan pilihan moda tradisional sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal, serta mengidentifikasi perubahan kinerja lalu lintas dengan adanya rencana penerapan konsep green tourism di Kawasan Malioboro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis usulan konsep green tourism di bidang transportasi antara lain terkait kinerja ruas jalan dan persimpangan wilayah kajian saat ini, perencanaan kebutuhan dan jenis moda transportasi berbasis listrik, perencanaan integrasi area parkir dengan moda tradisional, dan perubahan kinerja lalu lintas terhadap konsep usulan di Kawasan Malioboro. Hasil analisis terhadap simulasi penerapan konsep green tourism di Kawasan Malioboro menunjukkan adanya rata-rata penurunan volume kendaraan pada ruas jalan di area kajian sebesar 28%, pada persimpangan sebanyak 15%, serta rata-rata penurunan emisi Karbon Monoksida (CO) kendaraan sebesar 25%.   
Trip Attraction Model for Junior High School in Demak Regency Salamatus Sa’ida, Fitriya; Putri, Ari Ananda
Jurnal Sosial Terapan Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Sosial Terapan, Volume 2 No.2 Desember 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jstr.2.2.53-62

Abstract

School and work activities are one of the most dominant centers of travel movement in Indonesia. The presence of schools can attract people and vehicles. The attraction of travel will influence the increase in the number/volume of trips which can burden the road network. Educational land use will create quite large human movements for students and teachers and has the potential to disrupt the smooth flow of traffic in the school area. This research aims to identify the characteristics and identify models of travel attractions to junior high schools in Demak Regency. This research uses quantitative methods using secondary data. Analysis of the trip attraction model uses correlation tests, multiple linear regression tests and uses classical assumption tests. The results of the analysis show that the trip attraction to Junior High Schools in Demak Regency (Y) is influenced by the number of classes (X1), class capacity (X2), school size (X3) and number of supporting facilities (X4). The best model to predict the attraction of junior high school travel in Demak Regency is Y = 0.282 + 0.332 (X1) + 0.061 (X2) + 0,95 (X3) – 0.100 (X4) with an R² (Square) value of 0.854. The coefficient for the number of classes (X1) has a positive value, indicating that, assuming that there are no other independent variables, the tendency for travel attraction for junior high school land use (Y) has increased by 0.332 for every 1 unit increase in the number of classes. The class capacity coefficient (X2) is positive, indicating that assuming that there are no other independent variables, the tendency for travel attraction for junior high school land use (Y) to increase is 0.061 for every 1 unit increase in class capacity. The school area coefficient (X3) has a positive value, indicating that assuming that there are no other independent variables, the tendency for travel to use junior high school land (Y) will increase by 0.095 for every 1 unit increase in, school area. The coefficient for the number of supporting facilities (X4) is negative, indicating that assuming that there are no other independent variables, the tendency for travel attraction for SMP land use (Y) to decrease by 0.100 for every 1 unit increase in the number of supporting facilities.
KONEKTIVITAS LINTAS NEGARA SEBAGAI PILAR PENGEMBANGAN KOTA: KAJIAN PREFERENSI MODA PADA RUTE SINGKAWANG–KUCHING Gumelar, Bagja Bintang; Putri, Ari Ananda
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 1: Juli 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.1.1-10

Abstract

Penelitian ini menyoroti peran strategis konektivitas lintas negara dalam mendukung integrasi sosial-ekonomi dan pertumbuhan kota di wilayah perbatasan, dengan studi kasus rute darat Singkawang–Kuching. Fokus utama adalah analisis preferensi moda transportasi berdasarkan faktor biaya dan waktu. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode stated preference dalam delapan skenario atribut (tarif, waktu tempuh, dan waktu akses), data dikumpulkan dari 91 responden. Analisis dilakukan menggunakan model logit binomial dan regresi linier berbasis generalized cost. Hasil menunjukkan bahwa biaya perjalanan menjadi faktor utama dalam pemilihan Bus Damri, sedangkan kenyamanan dan mobilitas lebih mempengaruhi pengguna angkutan sewa. Model memiliki koefisien determinasi R² sebesar 0,652, yang mengindikasikan bahwa 65,2% variasi dalam pemilihan moda dapat dijelaskan oleh perbandingan biaya total. Temuan ini menegaskan pentingnya menyediakan transportasi lintas batas yang efisien dan terjangkau untuk mendukung daya saing kota perbatasan seperti Singkawang. Studi ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan transportasi berbasis data, pengembangan infrastruktur seperti terminal internasional, serta penguatan konektivitas sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan perbatasan dalam konteks integrasi regional ASEAN.