Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penguatan kewirausahaan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di lingkungan koperasi pondok pesantren yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Koperasi Pesantren Barokah memiliki potensi signifikan dalam mendorong terciptanya kemandirian ekonomi anggota. Partisipasi aktif anggota dalam kegiatan kewirausahaan menjadi faktor krusial untuk memperkuat kemandirian tersebut. Minat berwirausaha anggota diduga dipengaruhi oleh dua variabel utama, yakni motivasi berwirausaha dan literasi keuangan. Meskipun demikian, penelitian terdahulu masih terbatas dalam mengkaji keterkaitan kedua faktor ini dalam konteks koperasi pesantren, padahal pemahaman yang mendalam sangat diperlukan untuk merancang strategi pemberdayaan yang sejalan dengan karakter dan nilai-nilai pesantren. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh motivasi berwirausaha dan literasi keuangan terhadap minat berwirausaha anggota Koperasi Pondok Pesantren Barokah, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif-kausal. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang dirancang berdasarkan indikator teoritis dari Theory of Planned Behavior dan kerangka literasi keuangan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Populasi penelitian terdiri dari seluruh anggota koperasi sebanyak 62 orang, dengan sampel jenuh yang melibatkan seluruh populasi. Tahapan penelitian mencakup uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta uji signifikansi T dan F untuk menilai pengaruh parsial dan simultan dari motivasi dan literasi keuangan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha dan literasi keuangan secara signifikan memengaruhi minat berwirausaha anggota, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan berbasis nilai Islam di koperasi pesantren memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi anggota, sehingga kedua faktor tersebut perlu dikembangkan secara terpadu untuk mendorong partisipasi wirausaha yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025